RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Wajah Kali Buntung di wilayah Sinduadi Mlati Sleman akan segera berubah. Itu seiring dengan selesainya penjurian sayembara penataan kawasan kumuh perkotaan di wilayah Sleman yang diadakan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) DIJ bersama Pemkab Sleman.

Hasilnya sejak pendaftaran 7 November 2018 dan ditutup pada 30 November 2018, total pendaftar sebanyak 27 tim. Tapi akhirnya hanya 16 tim yang mengirimkan karyanya. Dan kemudian dinilai pada penjurian tahap pertama pada 13 Desember 2018. Dari 16 karya tersebut tersaring 15 karya yang lolos administrasi.

“Pilihan kelima dewan juri yang memenuhi kriteria desain, diantaranya, orisinal dan belum pernah dipublikasikan. Serta memperhatikan tujuh kriteria kekumuhan kotaku (Kotaku), yaitu: ekologi, edukasi, ekonomi, teknologi, kebudayaan, konservasi, kesehatan, dan sosial-kemasyarakatan,” jelas Sekretaris penyelenggara Sayembara Ahmad Saefudin Mutaqi dalam siaran pers yang diterima Radar Jogja Senin (24/12).

Ahmad menambahkan dari 15 karya tersebut disaring lagi. Terpilih enam karya. Kemudian disaring lagi dipilih empat karya terbaik, dan akhirnya di rapat final dewan juri memutuskan empat karya masuk nominasi. “Keempatnya berhak lolos mempresentasikan karyanya pada penjurian final di depan lima dewan juri,” tuturnya.

Penjurian tahap kedua atau final dilaksanakan hari Kamis (20/12) di ruang rapat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Sleman. Dilanjutkan sidang penjurian kedua di Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

Hingga akhirnya menghasilkan susunan empat nominasi terbaik. Terbaik pertama tim “A+A” dengan ketua tim Widodo Agung Nugroho, IAI dari Jogjakarta. Kemudian juara dua diraih tim dari IAI Bandung tim “Water Urbanism” dengan ketua tim Basauli Umar Lubis. Juara 3 tim “Future Team” yang di ketuai Peda Bayu Yunanto dari IAI Jogjakarta. Untuk juara harapan “Beecons” dengan ketua tim Theo Rifai dari IAI Jogjakarta.

Masing-masing berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 70 juta untuk juara pertama, Rp 25 juta untuk juara kedua, Rp 15 juta untuk juara ketiga, dan Rp 2,5 juta untuk juara harapan. Masing-masing juara juga mendapatkan Trophy sekaligus piagam penghargaan pemenang. “Nantinya hasil sayembara dijadikan rekomendasi untuk penataan kawasan kumuh perkotaan di kabupaten Sleman,” jelas Ahmad. (cr10/pra/ong)