PURWOREJO – Pariwisata lokal akan menjadi salah satu agenda kegiatan Indonesia Off-road Federation (IOF) Purworejo. Tak pelak dalam pelantikan kepengurusan, mereka memilik objek wisata sebagai tempat kegiatan.

Adalah hutan pinus Sikepel di Desa Jati, Bener, Purworejo, yang memiliki panorama alam menarik di bawah lebatnya pinus. Selama ini kawasan itu kerap digunakan untuk wisata ekstrem yang memanfaatkan kendaraan off-road.

Ketua IOF Purworejo Muhammad mengungkapkan, pengemar kendaraan off-road di Purworejo cukup berkembang. Mereka kerap melakukan berbagai kegiatan, baik internal maupun untuk kepentingan sosial.

“Sebenarnya kami sudah aktif cukup lama. Di Purworejo sendiri untuk event olahraga ekstrem berupa motocross dan off-road sudah beberapa kali digelar,” kata Muhammad kemarin.

Menurutnya, kegiatan lain yang jadi fokus organisasi, di antaranya, aksi sosial dan ekonomi. Dan dalam kegiatan sosial ini mereka amat menonjol.

“Saat ada bencana kami berusaha ikut hadir. Banyak akses yang sulit dijangkau dan membutuhkan penanganan. Nah di sini anggota kami yang turun karena memiliki kendaraan yang mampu berjalan di medan apa pun,” tambah Muhammad.

Sementara aktivitas yang berhubungan dengan ekonomi adalah ketika penggemar offroad dan motorcross mengadakan latihan bersama atau lomba. Lokasi yang dipilih untuk kegiatan ini biasanya adalah wisata-wisata alam di Purworejo.

“Begitu banyak objek wisata alam di Purworejo dan bisa dikembangkan dengan baik. Nah, di sini kami berusaha hadir dan menggelar lomba di tempat itu. Harapannya objek wisata akan dikenal publik,” tambahnya.

Seperti halnya kegiatan pelantikan ini. Usai kegiatan, pengurus dan anggota yang membawa kendaraan, baik roda dua maupun empat, diajak mencoba trek perbukitan Menoreh. Kegiatan ini menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang turut datang.

Pembina IOF Pusat Harjanto mengungkapkan, IOF adalah organisasi hobi dan sosial sehingga bisa membantu pemerintah. Dia menilai keberadaan IOF Purworejo akan banyak membantu karena selama ini Purworejo memiliki kerawanan akan bencana.

“Yang harus digarisbawahi, IOF harus bisa bersinergi dengan TNI/Polri, juga pemerintah untuk memajukan masyarakat dari segi mana pun,” kata Harjanto. (udi/laz/fn)