SLEMAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman menyediakan akses internet gratis. Ada di lima lokasi bagi masyarakat umum. Langkah itu untuk menunjang visi Smart Regency pada 2021.

Namun, kecepatan internet sering dikeluhkan warga. Dianggap lambat, alias lemot. Kepala Seksi Infrastuktur Teknologi Informasi, Diskominfo Sleman, Aris Bintoro mengakui adanya keluhan tersebut. “Warga komplain, akses internetnya lambat,” ungkap Aris.

Dia menjelaskan, ketika terjadi keluhan, pihaknya berkoordinasi dengan perusahaan penyedia internet. Sebab, untuk mengakomodir kebutuhan internet di Sleman, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri.

“Memang, kami juga kerja sama dengan perusahaan penyedia internet. Jadi, ketika ada komplain, kami langsung perbaiki,” jelas Aris.

Namun pihaknya tak jarang menambah kecepatan internet. Hal itu terjadi setiap kali ada pelatihan dari Pemkab Sleman. Melibatkan 100 sampai 500 orang. “Biasanya bandwidth kami tambah,” kata Aris.

Sampai tahun ini, ada lima lokasi sudah terpasang hotspot Sleman. Kelimanya, Taman Denggung, Taman Kuliner Condongcatur, Tebing Breksi, Gardu Pandang Kaliurang, dan Lapangan Pemkab Sleman.

Ada juga penyedia fasilitas akses internet di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal itu untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Aris, pada lima lokasi hotspot Sleman, kecepatan internetnya bisa sampai 10 megabytes per second (MBps). Kecepatan tersebut dirasa sudah cukup.

“Untuk tahun depan, tidak ada rencana untuk menambah kecepatan akses internet,” tegasnya.

Dia mengatakan, tiap tahun pihaknya memasang hotspot Sleman bagi masyarakat umum di lokasi baru. “Tahun ini di Lapangan Pemkab Sleman. Tahun depan belum ada penambahan lokasi baru. Tapi kami upayakan penguatan jaringan,” ujarnya.

Selain itu, kata Aris, pada 2018 Pemprov DIJ menyediakan fasilitas hotspot bagi 20 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sleman. “Pada 2019 juga ada fasilitas hotspot bagi 19 lokasi. Terdiri dari UMKM, desa wisata, dan kantor desa,” ungkap Aris.

Salah seorang warga Sleman yang sering memanfaatkan akses internet di Taman Denggung, Fahmi Ahmad mengaku hotspot gratis di sana terbatas. “Hanya bisa digunakan mengirim pesan WA (whatsapp). Kalau kirim email sulit. Broswing kadang bisa, kadang tidak,” ungkapnya. (har/iwa/fn)