JOGJA – Taman Pintar (Tampin) menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan saat berlibur ke Kota Jogja. Buktinya dalam sehari pengunjung ke Tampin bisa tembus hingga 14 ribu pengunjung. Padahal pada hari biasa hanya berkisar tiga ribu pengunjung.

Salah satu wisatawan yang menjadikan Tampin sebagai tujuan adalah Nelia Siska asal Tasikmalaya. Setelah berkunjung dari GL Zoo, dia memilih Tampin sebagai destinasi selanjutnya. Dia datang bersama anaknya Jovan Griffieth yang berusia tujuh tahun. Meskipun dia mengaku sulit mendapatkan parkir mobil karena kawasan ini terlalu padat.

Tapi pilihan kunjungan ke Tampin, karena menurut dia, mengisi liburan untuk anak juga perlu ada unsur edukasi yang menyenangkan. “Isinya (Taman Pintar) bagus untuk pendidikan, edukasi, saya dapat info dari sekolah Jovan, ” ungkapnya Selasa (25/12) di sela mengantre tiket masuk.”Pokoknya mau masuk semua wahana,” sambungnya.

Saat musim liburan akhir tahun ini, pihak pengelola mencatat jumlah pengunjung mencapai lebih dari 14 ribu orang perhari. Puncak padat pengunjung diperkiran pada 16 Desember lalu. Setelahnya, hingga kemarin rata-rata pengunjung hanya delapan ribu sampai 10 ribu orang. “Kunjungan meningkat persisnya mulai setelah musim terima rapot SD/SMP, sekitar 9 Desember,” jelas Analis Humas dan Protokol Taman Pintar Pipiet Dhanayu Pratiwindya.

Pipiet menyebut sebagian besar pengunjung datang dari luar DIJ. Didominasi warga Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Jawa Barat juga lumayan, yang jelas dari DIJ malah sedikit sekali,” ungkapnya.

Menurut dia Zona Indonesia yang terdapat alat musik gamelan menjadi favorit pengunjung. “Karena kebanyakan mereka dari luar kota, jadi penasaran sama budayanya Jogja,” katanya.

Meski musim liburan, jam buka Tampin untuk dalam gedung seperti biasa yakni pukul 8.30 sampai 16.00. Sedangkan untuk playground atau wahana bermain luar dibuka hingga pukul 21.00. “Kadang jam 10 malam (pengunjung) masih diterima,” tambahnya.

Berbeda dengan musim liburan lebaran, kali ini Bus Domapan tidak dioperasikan. Hanya dipajang di halaman untuk spot foto. Alasannya, belum ada perijinan lagi dan karakter jalan yang kurang mendukung karena sempit. (tif/pra/fn)