SLEMAN – Ketua KPU Provinsi DIJ, Hamdan Kurniawan memastikan persediaan dan pengamanan logistik Pemilu 2019 aman. Jajarannya berkoordinasi dengan Polda DIJ. Gudang logistik KPU dijaga 10 personel polisi.
Pengamanan tidak hanya dari sisi penjagaan. Juga penyimpanan. Sehingga KPU DIJ bekerjasama juga dengan Bulog Divre DIJ terkait penyimpanan. Khususnya penyimpanan kotak suara yang terbuat dari karton.

“Antisipasi rayap. Karena musuh alami karton adalah rayap. Koordinasi juga menghasilkan gudang penyimpanan yang ideal. Terutama dari kelembaban,” kata Hamdan usai rapat konsolidasi di Mapolda DIJ (27/12).

Penyimpanan kotak suara tidak bisa asal-asalan. Terutama menghindari kelembaban lantai. Sehingga setiap gudang dibuat semacam panggung. Menghindari kontak langsung karton dengan lantai.

Hamdan mendorong setiap KPU kabupaten/kota melakukan pengecekan rutin. Setidaknya sejak distribusi hingga masa pemilu. Hal itu untuk memastikan tidak ada kerusakan perangkat pemilu. KPU DIJ juga berkoordinasi dengan KPU Pusat terkait ketersediaan kotak suara cadangan.

“Kami menerima lebih dari 56 ribu kotak suara. Akan disimpan di beberapan gudang penyimpanan. Jika ada yang rusak kami bisa mengajukan lagi ke KPU Pusat. Namun saat ini kotak suara sudah cukup,” ujar Hamdan.

Pemilihan kotak suara karton tercantum dalam Pasal 341 Ayat (1) huruf a UU 7/2017. Salah satu aturannya, harus transparan. Terkait bilik suara, tidak tercantum dalam amanat. Sehingga penggunaan bilik alumunium masih dimungkinkan.

“Bilik lama alumunium masih bisa digunakan. Jadi dalam satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) bisa ada dua jenis bilik aluminum atau karton,” ujar Hamdan.

Karo Ops Polda DIJ Kombespol Hermansyah memastikan pengamanan pemilu akan efektif. Pembagian personel telah berlangsung. Mulai tahapan kampanye hingga pelantikan legislatif maupun Presiden dan Wakil Presiden.

Jajarannya fokus pada penjagaan gudang KPU. Setidaknya ada 10 personel yang berjaga setiap hari. Langkah strategis juga menyasar beberapa TPS rawan.
Dari 11.780 TPS di Jogjakarta, 94 di antaranya rawan. Enam TPS di Kota Jogja masuk kategori sangat rawan. Akan ada penjagaan ekstra terkait status TPS tersebut.

“Komposisi petugas untuk TPS rawan, dua personel Polri, empat Linmas untuk dua TPS. Kategori sangat rawan, dua personel Polri, empat Linmas untuk satu TPS. Kategori aman, komposisi hamper, sama jumlah TPS yang diawasi lebih banyak,” jelas Hermansyah. (dwi/iwa/fn)