GUNUNGKIDUL – Rencana penyambungan ruas jalan Gading-Tawang Kecamatan Patuk melalui Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari memasuki tahap sosialisasi pembebasan lahan. Rencananya, lahan yang dibebaskan seluas 25 hekatare.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul Winaryo mengatakan, sosialisasi pembebasan lahan ruas jalan Ngalang-Tawang dilakukan untuk memperlancar penyelesaian pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman.

”Sosialisasi dilakukan hari ini (kemarin) di Balai Desa Nglegi, Patuk dan Balai Desa Ngalang, Gedangsari,” katanya Kamis (27/12).

Dikatakan, pertemuan menghadirkan tim persiapan dengan warga masyarakat terdampak. Menurutnya, sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait dengan kebijakan dalam program pembuatan jalan baru ini.

“Harapannya dengan sosialisasi masyarakat bisa mengerti sehingga proses pembebasan tidak ada masalah,” ujarnya.

Menurutnya, rencana pembebasan lahan untuk jalur Ngalang-Tawang direalisasikan tahun depan. Harapannya, jalur Sleman-Gunungkidul bisa segera terhubung. Hingga sekarang ada beberapa titik yang belum terbangun.

”Seperti di jalur Ngalang hingga Dusun Tawang, Ngoro-oro, Patuk,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemeliharaan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Wadiyana mengungkapkan hal senada. Dia mengatakan, pembangunan jalur alternatif ini merupakan program pemprov.

Untuk tahun ini, pemprov menyelesaikan pembangunan jalur alternatif dari Ngalang sampai Gading, Kecamatan Patuk. Total biaya yang dibutuhkan untuk membangun jalur sepanjang enam kilometer ini mencapai Rp83 miliar. Anggaran termasuk alokasi pembuatan Jembatan Nguwot. (gun/zam/fn)