JOGJA- Pemprov DIJ akhirnya menemukan formulasi untuk kepemimpinan dinas pekerjaan umum perumahan dan energi sumber daya mineral (PUP dan ESDM).

Ke depan instansi yang terbilang basah karena memiliki bidang sumber daya air itu tidak lagi dipimpin tunggal seorang kepala dinas. Tapi dua orang. Yakni kepala dinas didampingi wakil kepala dinas. “Polanya mirip penyanyi, duet. Kepalanya Hananto dan wakilnya Bambang WS,” ujar seorang sumber di Kepatihan Kamis (27/12).

Hananto yang dimaksud adalah Inspektur DIJ Hananto Hadi Purnomo. Dia termasuk delapan di antara kepala instansi yang posisinya digeser. Jabatan Inspektur DIJ kemudian dilelang secara terbuka.

“Hasil lelang sudah jelas posisi inspektur diisi Wiyos Santoso dari DPPKA DIJ,” lanjut dia.

Sama dengan Wiyos, Bambang Widhyo Sadmo atau biasa disingkat Bambang WS juga hasil lelang. Jabatan saat ini adalah sekretaris Dinas PUP dan ESDM DIJ. Bambang WS berhasil mengungguli dua calon lainnya, Kusno Wibowo dan Pramuji Ruswandono. Keduanya sama-sama dari internal Dinas PUP dan ESDM DIJ. Kusno menjabat kepala Balai Pengawasan dan Pengendalian Perizinan ESDM Bantul dan Kota Jogja. Sedangkan Pramuji menjabat posisi serupa di Gunungkidul.

Terpilihnya duet Hananto-Bambang WS itu mengakhiri kekosongan jabatan kepala Dinas PUP dan ESDM DIJ selama dua tahun terakhir. Tepatnya sejak Rani Sjamsinarsi pensiun pada 1 Juni 2017. Posisi itu dijalankan Kabid Cipta Karya M.Mansur. Lebih dari setahun Mansur dipercaya menjadi pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas PUP dan ESDM DIJ.

Selain duet kepemimpinan PU, sumber itu memberikan bocoran perubahan penempatan pejabat hasil lelang. Semula kepala dinas kebudayaan diisi Singgih Raharjo. Belakangan berubah dan diganti Aris Eko Nugroho. Dia sehari-hari menjadi Kabid Anggaran Belanja DPPKA DIJ. “Posisi Singgih peluangnya digeser mengepalai salah satu biro,” cerita sumber tersebut.

Posisi lain yang berubah adalah kepala biro umum humas dan protokol. Jabatan ini akan dipegang Budi Nugroho dari Setwan DPRD DIJ. Budi mengisi kursi Haryanta yang promosi menjadi Sekwan DPRD DIJ.

Lelang jabatan juga menempatkan Kepala Balai Pemuda dan Olahraga ( BPO) Edy Wahyudi menjadi wakil kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ. Edy akan mendampingi Kadarmanta Baskara Aji.
Erlina Hidayati Sumadi terpilih menjadi kepala Dinas Pariwisata DIJ. Selanjutnya Ahmad Akhadi Syamsudhuha menjabat direktur RS Grhasia. Akhadi dari RS Paru Respira menggantikan Etty Kumulowati.

Bocoran lain menyangkut Ni Made Dwipanti Indrayanti. Awalnya salah satu Kabid di Bappeda ini diplot menjadi wakil kepala Dinas PUP dan ESDM DIJ. Tapi, Ni Made tergeser oleh Bambang WS. “Peluang Ni Made menjadi kepala biro perekonomian menggantikan koleganya Sugeng Purwanta,” ujar sumber itu.

Bagaimana dengan pergeseran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya? Sumber itu memberikan ancar-ancar beberapa nama. Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta menjadi kepala dinas perindustrian dan perdagangan menggantikan Tri Saktiyana. Posisi Tri Sakti berikutnya menjadi kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DIJ. Tri Sakti menggantikan Monika Nur Lastiyani yang diplot sebagai asisten administrasi umum. Jabatan asisten pemerintahan dan kesra bakal ditempati Tri Mulyono yang sebelumnya kepala BLH DIJ. Sekwan DPRD DIJ Beny Suharsono ditarik masuk ke Kepatihan. Beny diplot mengemban lembaga baru sebagai kepala Badan Keistimewaan DIJ.

Sekprov DIJ Gatot Saptadi menolak mengomentari beredarnya nama-nama tersebut. Dia memastikan daftar pejabat hasil lelang maupun yang dimutasi sudah ditandatangani Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. “Keputusan sudah ada. Tinggal dilantik 3 Januari 2019,” katanya.

Mengutip arahan gubernur, mutasi eselon II a dan II b hanya bersifat pergeseran. Pejabat yang bersangkutan hanya digeser dari satu jabatan ke posisi lain yang setara. “Pesan beliau jangan sampai ada yang turun eselon,” ungkapnya mengutip pesan gubernur.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto meminta pemprov tidak sekadar bongkar pasang jabatan semata. “Perhatikan juga upaya peningkatan kualitasnya,” ucap Eko. (kus/yog/fn)