MAGELANG-Konsep perayaan tahun baru di Kota Magelang masih tidak jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Pemkot Magelang melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) memilih untuk mengadakan Gebyar Pariwisata Akhir Tahun dengan menghadirkan grup band Sheila On 7 (SO7).

Acara yang diberi label Gebyar Pariwisata Akhir Tahun ini akan dimulai sejak Senin (31/12) siang dengan penampilan band-band yang sudah diaudisi oleh Disporapar. Setelah Salat Asar, dilanjutkan pementasan kesenian tradisional dan barongsai, hingga menjelang Maghrib. Kemudian dilanjutkan pementasan band-band pengiring hingga sekitar pukul 22.00 WIB. “Puncaknya, Sheila On 7 akan pentas selama sekitar 1,5 jam,” kata Kepala Disporapar Pemkot Magelang Jarwadi Kamis (27/12).

Usai pementasan band utama, Wali Kota Sigit Widyonindito bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) akan memberikan sambutan sekaligus ucapan Tahun Baru 2019. “Terakhir dilakukan penyalaan kembang api sekitar 20 menit. Kegiatan ditutup dengan pementasan band penutup,” tuturnya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito tidak mengelak bahwa pihaknya masih belum bisa “move on” dari ritual pergantian tahun yang bernuansa konser musik. Mengingat hal tersebut sudah diprogramkan saat penyusunan APBD. Hanya saja, mengingat adanya bencana alam akhir-akhir ini, dia meminta ada nuansa yang berbeda dalam pelaksanaan kegiatan pergantian tahun baru“Biarkan itu berjalan,’’ jelasnya.

Dikatakannya, tidak menutup kemungkinan di tengah-tengahnya akan ada doa bersama dan penggalangan dana. Gagasan ini muncul ketika ada bencana Palu, Donggala, dan Sigi beberapa waktu lalu. Kini ada bencana lagi di Banten dan Lampung. “Kita semua turut prihatin dan berduka sedalam-dalamnya,” kata Sigit.

Sigit mengaku belum tahu detail acaranya. Tetapi pihak penyelenggaran kegiatan sudah memastikan akan menyisipkan doa bersama dan penggalangan dana. “Nanti ada mantan paskibraka yang keliling ke penonton untuk mengumpulkan dana,” ujarnya.

Soal target hasil penggalangan dana Sigit mengaku punya. Hanya saja dia berharap mendapat hasil sebanyak-banyaknya. Rencananya, dana tersebut akan disalurkan untuk bencana alam di Sulawesi dan Banten.

Dia tidak menargetkan berapa dana yang akan terkumpul. Yang terpenting adalah keihklasan warga dalam membantu saudara-saudara yang sedang mendapat ujian. Dia sendiri akan salurkan langsung dana tersebut ke daerah bencana, tentunya dengan mengajak tokoh agama yang ada. “Hasil penggalangan akan kami umumkan usai acara,” tandasnya. (dem/din/fn)