JOGJA – Keamanan berlalu lintas di jalanan Kota Jogja masih perlu menjadi perhatian. Buktinya selama 2018 ini jumlah kecelakaan di jalanan meningkat dibanding tahun lalu. Tapi untuk jumlah korban jiwa mengalami penurunan.
Data yang dirilis Polresta Jogja, pada 2017 jumlah kecelakaan mencapai 373 kasus. Tapi pada 2018 jumlah kecelakan meningkat menjadi 189 kasus, total jumlah kejadian menjadi 562 kasus. Tapi untuk kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia cenderung turun. Jika pada 2017 ditemukan sejumlah 25 kasus yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Hingga akhir Desember 2018 ini hanya ditemukan 22 kasus.

Penurunan juga terjadi pada jenis kecelakaan yang mengakibatkan korban luka berat. Pada 2017 Polresta Jogja mencatat setidaknya ada sembilan kasus. Dan pada tahun ini turun sejumlah dua kasus.

“Jadi pada tahun 2018 kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa luka berat ada tujuh kasus. Lebih sedikit jika dibandingkan tahun lalu,” ujar Kapolresta Jogja Kombes Pol Armaini saat menggelar jumpa pers di Polresta Jogja Kamis (27/12).

Namun ada kenaikan jumlah korban pada kasus kecelakaan yang mengakibatkan korban luka ringan. Kecelakaan dengan dampak luka ringan yang terjadi di 2018, mengakibatkan setidaknya 562 korban jiwa, lebih banyak dari tahun sebelumnya yang berjumlah 486 kasus.

Armaini menambahkan, dari total seluruh kasus kecelakaan yang terjadi selama ini ada kenaikan pada kenaikan kerugian materi sebesar 0,25 persen. Jika pada 2017 jumlah total kerugian Rp 310 juta pada tahun naik menjadi Rp 318 juta.
“Kerugian materi pada kasus kecelakaan di Kota Jogja, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp.7.785.000,” imbuhnya.

Sedangkan pada kasus pelanggaran lalu lintas yang meliputi pelanggaran rambu,surat-surat, kelengkapan berkendara dan keamanan kendaraan mengalami kenaikan dan penurunan. Dari data yang dicatat oleh Satlantas Polresta Jogja pada kasus penilangan turun sejumlah 3.499 kasus. Pada tahun sebelumnya Polresta Jogja melakukan penilangan sejumlah 27.237 kali, dan pada tahun ini turun mejadi 23.738.

“Sedangkan untuk peneguran mengalami kenaikan cukup banyak. Tahun 2017 kami melakukan peneguran sebanyak 29.139 kali, dan pada tahun ini ada 45.406 kali. Naik 16.267 peneguran,” katanya

Dengan masih adanya kasus kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas tersebut, Kombes Pol Armaini menghimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan patuh pada peraturan yang berlaku. Salah satunya dengan tidak melanggar rambu-rambu dan menggunakan helm, serta memperhatikan kondisi kendaraan. (cr5/pra/fn)