JOGJA – Pasar Beringharjo masih menjadi magnet wisatawan yang sedang liburan di Kota Jogja. Letak pasar terbesar di DIJ dan Jateng bagian selatan yang strategis di kawasan Malioboro ini, dalam beberapa hari terakhir selalu dipadati masyarakat.

Selain menawarkan berbagai macam oleh-oleh, termasuk aneka batik, ada hal lain yang membuat daya tarik wisatawan terhadap pasar perpaduan tradisional-modern ini. Tidak lain adalah sensasi tawar menawar yang didapat para pengunjung dengan penjual.

Seperti dirasakan Khairunisa, 29. Wisatawan asal Jakarta ini mengungkapkan sudah dua kali ke Jogja dan selalu mampir ke Pasar Beringharjo. Nisa, sapaannya, mengatakan satu hal yang menarik ketika belanja di pasar ini adalah bisa menawar barang yang diinginkan.

“Toko oleh-oleh di Jogja sebenarnya banyak. Cuma kalau di Pasar Beringharjo barangnya murah, banyak pilihan, dan bisa ditawar. Asyiknya di situ sih. Kalau di mal atau di toko kan tidak bisa ditawar,” katanya.

Hal serupa juga diamini Mochammad Abdullah, 34, wisatawan asal Depok, Jawa Barat. Bersama keluarganya, Abdullah mengaku sudah memborong beberapa oleh-oleh untuk dibawa pulang, salah satunya batik. Dia bahkan rela berdesak-desakan untuk mendapatkan dua lusin setelan baju batik.

“Beli banyak sebenarnya karena nemenin istri, sama untuk baju buat berangkat kantor. Yang paling seneng beli di sini itu murah dan bisa ditawar. Jadi walau harus desak-desakan sama yang lain, gak masalah,” ujarnya.

Yang paling senang dengan banjirnya wisatawan ke Pasar Beringharjo, tentu saja para pedagangnya. Salah seorang pedagang baju batik di pasar ini, Suryani mengatakan, dalam masa musim libur Natal dan tahun baru (Nataru) ini, ia seperti mendapatkan durian runtuh.

Bagaimana tidak, dalam sehari kiosnya mendapat omzet tiga kali lipat dari hari biasa. “Kalau hari biasa paling bisa jual dua lusin. Kalau liburan bisa empat sampai lima, kadang juga lebih. Apalagi kalau malam pas ramai,” tambahnya.
Sementara itu, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung, Pasar Berigharjo juga mendapat dukungan keamanan dari Jogoboro. Kepala UPT Malioboro Ekwanto menjelaskan, selama liburan ini telah menambah personel Jogoboro sejumlah 30 orang. Pada hari biasa hanya 20 orang.

Ekwanto menjelaskan, peran Jogoboro selain menjaga Malioboro, para personel juga ikut membantu dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Pasar Beringharjo. Mereka bahkan bekerja tiga shift selama 24 jam.

“Selain memberikan kenyamanan kepada pengunjung, juga untuk memastikan para pedagang untuk tidak nuthuk harga dan menjaga kebersihan,” kata Ekwanto.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti sendiri juga mengimbau kepada para pedagang untuk bisa memberi pelayanan yang baik kepada wisatawan. Salah satunya dengan tidak menaikkan harga dan tetap menjaga kebersihan pasar.

Hal itu untuk agar para wisatawan tetap nyaman saat berkunjung ke Kota Jogja. Dia juga meminta wisatawan dan masyarakat untuk melaporkan jika menemukan pedagang yang berani menaikkan harga secara tidak wajar. (cr5/laz/fn)