MAGELANG-Menjelang berakhirnya 2018, Pemkot Magelang dihadapkan pada kenyataan banyak pegawainya yang memasuki masa pensiun. Seperti acara di Pendopo Pengabdian Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Kamis (27/12).

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menyerahkan piagam penghargaan kepada 76 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah memasuki masa purna tugas. Sigit mengaku sedih soal pensiunan. Karena yang pensiun, oleh pemerintah pusat tidak segera diberi penggantinya.”Sehingga Pemkot Magelang selalu kekurangan pegawai,” kata Sigit.

Penerima piagam tersebut adalah PNS yang purna tugas pada periode waktu bulan Juli-Desember 2018. Sigit mengaku sangat terbantu dengan keberadaan para PNS ketika masih aktif di bidang masing-masing. Dia mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian luar biasa di berbagai fase jaman sebagai abdi negara. “Karena telah mengabdi dan berbuat terbaik sehingga Kota Magelang menjadi maju dan baik,” tuturnya.

Terhadap banyaknya pensiunan, tetapi belum segera ada penerimaan CPNS baru, Sigit mengaku telah melakukan berbagai upaya. Selain berusaha meminta persetujuan penambahan PNS, juga merekrut tenaga baru. “Ya, akhir-akhir ini pemerintah daerah memasukkan tenaga harian lepas (THL),” ujarnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Magelang Aris Wicaksono menambahkan, usia pensiun merupakan suatu hal alamiah dan pasti dialami semua PNS. PNS yang telah mencapai batas usia pensiun akan diberhentikan dengan hormat dan akan diberikan hak-haknya sesuai peraturan yang berlaku. PNS yang purna tugas atas dedikasi dan pengabdian selama aktif, diberikan penghargaan.

PNS yang purna tugas selama periode Juli-Desember sebanyak 76 orang. Dengan rincian dua orang golongan I, delapan golongan II, 31 golongan III, 35 golongan IV. Ditinjau dari jabatan, jumlah tersebut terdiri dari 16 pejabat struktural, 39 jabatan fungsional tertentu, 21 jabatan fungsional umum/pelaksana.

Salah satu pensiunan yang mendapat penghargaan adalah Danang Tri Darmastawan. Pria yang pernah menjabat lurah Rejowinangun Selatan tersebut memilih pensiun dini dan terjun ke dunia politik. Mengingat saat ini, dia juga sudah punya usaha sampingan yang mampu menghasilkan uang ratusan juta rupiah setiap bulan.

Seharusnya dia pensiun 2022 mendatang. Tetapi karena harus fokus menekuni dunia onderdil kendaraan, dia memilih pensiun dini. Juga mau banting stir, kalau selama ini di eksekutif, sekarang ingin di legislatif.”Untuk kemashlahatan umat,” tadas Danang. (dem/din/fn)