JOGJA – Tidak ingin terus disalahkan terkait kebersihan Malioboro, pedagang kaki lima (PKL) di sana berkomitmen membersihkan sampah. Para pedagang berjanji menjaga kebersihan kawasan pedestrian ini selama musim liburan.
Wakil Ketua Paguyuban Koperasi Tridharma Malioboro Paul Zulkarnaen menjamin hal tersebut. Dia dan anggotanya mengaku sudah bersiap menghadapi masalah sampah yang akan datang pada liburan tahun ini.

Paul mengaku sudah menghimbau kepada seluruh anggota paguyubannya untuk bisa menyediakan setidaknya satu tong sampah pribadi. Pada setiap lapaknya. Tujuannya agar para wisatawan tidak bingung mencari tempat sampah. Dan tidak membuang secara sembarangan, mengingat beberapa kali tong sampah yang disediakan oleh pemerintah sering penuh.

Tak hanya itu, Paul juga mengaku sudah merekrut petugas kebersihan sendiri. Hal diklaim sebagai solusi agar masalah tentang sampah bisa segera teratasi dan membuat wisatawan tetap nyaman. Pihaknya juga siap menerima teguran jika ada anggotanya yang tidak tertib dalam masalah kebersihan.

“Jadi untuk masalah kebersihan kami mencoba mandiri dan tidak bergantung kepada UPT,” katanya Kamis (27/12).

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro sendiri dalam masa libur nataru kali ini juga akan meningkatkan frekuensi pengambilan sampah. Kepala UPT, Ekwanto mengatakan intesintas pengambilan sampah pada hari biasa sebanyak tiga kali. Dan selama musim liburan ini ditingkatkan menjadi dua kali lipat, yaitu sebanyak enam kali.

Pada malam tahun baru, rencananya UPT akan menyediakan tambahan tong sampah plastik sebanyak 20 buah. Itu bertujuan untuk menampung peningkatan jumlah sampah pada malam perayaan pergantian tahun.

“Agar para wisatawan tidak membuang sampah sembarangan. Maka dari itu kami tambah jumlah tong sampahnya,” ujar mantan Lurah Prawirodirjan itu. (cr5/pra/fn)