SLEMAN – Kaliurang masih menjadi destinasi favorit pelancong. Sejak seminggu terakhir, kunjungan wisatawan cukup tinggi.

Peningkatan kunjungan berdampak pada okupansi penginapan, hotel maupun vila. “Puncaknya pada malam pergantian tahun,” ujar Pinah, petugas jaga sebuah vila di Kaliurang (28/12).

Kata Pinah, peningkatan memang belum signifkan. Namun ada peningkatan dibanding hari biasa. “Memang sekarang agak ramai,” kata Pinah.

Dari lima vila yang dia kelola, setiap hari ada tamu yang menginap. Memang tidak selalu penuh. Namun menunjukkan peningkatan pengunjung Kaliurang.
Dikatakan, dia belum menaikkan tarif sewa vila. Saat ini harga sewa berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta. Tergantung jumlah kamar. “Biasanya pas malam pergantian tahun, kami menaikkan harga,” katanya.

Sedangkan harga sewa kamar di penginapan kelas melati justru naik. Biasanya semalam Rp 60 ribu. Menjadi Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu semalam. “Kenaikan harga sudah terjadi sejak sebelum Natal,” kata seorang penjaga penginapan, Samijan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman, Joko Paromo mengatakan, kenaikan tarif wajar. “Karena kunjungan wisatawan tinggi. Wajar tarif dinaikkan,” kata Joko.

Dia mengimbau peningkatan tarif dalam batas wajar. Antara harga dan fasilitas harus sesuai. Agar tidak membuat kapok pengunjung.

“Istilah jawanya, ono rego ono rupo (ada harga ada rupa). Sehingga wisatawan harus menimbang harga segitu layak nggak dengan fasilitasnya,” kata Joko.
Petugas tiketing di Gerbang Masuk Kaliurang, Dhofin mengatakan, kendaraan yang masuk didominasi mobil pribadi. “Paling banyak mobil. Puncaknya pas malam tahun baru. Biasanya macet,” kata Dhofin. (har/iwa/fn)