Dwi Irianto atau yang akrab disapa Mbah Putih ditangkap Satgas Antimafia Bola karena diduga terlibat dalam pengaturan skor. Lalu, bagaimana dengan PSIM Jogja karena dia juga sebagai komisaris utama PT PSIM Jaya, tak lain pemilik klub Laskar Mataram ini.

BAHANA, Jogja

(GRAFIS: ERWAN TRI CAHYO/RADAR JOGJA)

Sebagai komisaris utama, Mbah Putih memiliki 30 persen kepemilikan saham di PT PSIM Jaya Jogjakarta. Sekretaris PSIM Jogja Jarot Kestawa menyatakan, penangkapan Mbah Putih dipastikan tidak mempengaruhi keberlangsungan PSIM Jogjakarta.

“Tidak, tidak mengganggu PSIM. Kami sendiri belum ada persiapan untuk kompetisi musim mendatang,” kata Jarot saat ditemui di kediaman Mbah Putih, daerah Demangan, Gondukusuman, Kota Jogja, Jumat (28/12).

Jarot mengaku, manajemen sendiri sebelumnya tidak mengetahui secara pasti penangkapan Mbah Putih di Jogjakarta. Sebab selama berkomunikasi sehari sebelum tertangkap, Mbah Putih tidak menceritakan perihal upaya penangkapan maupun laporan dari kepolisian.

“Saya justru mengetahui dari media online siang tadi (kemari, Red). Makanya untuk memastikan soal ini, saya langsung ke rumah Pak Dwi,” kata Jarot.

Manajemen PSIM sejauh ini juga belum pada tahap memberikan kuasa hukum. “Saya kira belum saatnya berpikir seperti itu. Kami lihat dulu statusnya Pak Dwi dibawa ke Jakarta sebagai apa. Yang terpenting sekarang konsolidasi ke dalam dulu,” jelasnya.

Jarot mengungkapkan, manajemen cukup prihatin atas kasus yang menimpa koleganya itu. Sebab, selama ini Mbah Putih cukup terkenal sebagai tokoh sepak bola di Jogjakarta. “Mudah-mudahan diberikan yang terbaik. Beliau sudah banyak berjasa bagi PSIM,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Askot PSSI Jogja M Irham mengaku cukup terkejut atas penangkapan Mbah Putih. Sebab selama ini, Mbah Putih terkenal sebagai sosok yang rendah hati dan banyak membantu siapa saja.

“Beliau ini orang yang mencintai sepak bola. Kami yang muda-muda kerap meminta masukan dari beliau. Kami hanya berdoa, semoga persoalan ini cepat selesai dan Pak Dwi diberikan kekuatan menghadapi ini,” kata Irham. (laz/fn)