RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Emak-emak di desa Purwomartani Kalasan Sleman DIJ mendapat pelatihan OK OCE. Bedanya OK OCE di Sleman adalah akronim dari One Centre For Entrepreneurship Prasasti. Belasan emak-emak muda mendapatkan materi membuat telur asin yang dibawakan tim ahli dari OK OCE Prasasti.

Penggagas pelatihan telur asin, Endang Rukmini, mengatakan, kaum ibu sangat antusias bisa membuat telur asin.”Dari pelatihan yang kami terima, Kami bercita-cita ingin membuat telur asin khas Jogjakarta. Membuat rasa yang berbeda dengan telur asin dari Brebes,” katanya di sela-sela pelatihan, Kamis (27/12).

Endang mengaku selama ini sudah menekuni membuat telur asin. Namun dia ingin kalangan ibu-ibu juga memproduksinya. Setidaknya hal tersebut bisa menjadi tambahan ekonomi untuk keluarga.

Menurut dia, dalam pelatihan tersebut para peserta diberi taknik membuat telur asin berkualitas. Tentunya berbeda dengan telur asin yang beredar pasaran selama ini. “Saya punya trik membuat telur asin berkualitas, trik itu yang kami berikan kepada peserta,” jelasnya.

Dia berharap dalam pelatihan membuat telur asin ini membuat perekonomian keluarga lebih baik. Sekaligus menjadi kekhasan Sleman. “Harapan kami, oleh-oleh khas Jogja tidak hanya bakpia atau gudeg, tapi telur asin juga. Kita sudah memulai untuk itu,” ungkapnya.

Untuk bahan baku, selama ini masih mendatakan telur bebek dari Blitar Jawa Timur. Pasalnya telur asin dari Blitar lebih berkualitas, memiliki kandungan omega tiga yang lebih besar. “Di sana bebk petelurnya diberi pakan kepala udang, sehingga lebih berkualitas,” ujarnya.

Koordinator OK OCE Prasasti Nasional, Viktor Aritonang mengatakan, pelatihan produksi telur asin ini menjadi langkah kongkrit OK OCE dalam membuka lapangan kerja baru dari sektor UMKM. Kegiatan ini menjadi pintu masuk dalam menumbuhkan wirausaha baru di Sleman.

Menurut dia, ada lima lokasi yang menjadi sentra pelatihan dan aplikasi wirausaha OK OCE PRASASTI di Jogja. Setelah dari Jogja akan menggelar pelatihan di Solo Raya yang meliputi Kota Solo, Sragen, Wonogiri, Klaten, Karanganyar dan Boyolali.

Wakil Ketua OK OCE Prasasti Soni Laksono menegaskan akan terus melakukan pelatihan dan pendampingan dari berbagai sektor industri kecil dan menengah di Indonesia. “Kami sudah menggelar pelatihan dan pendampingan intensif di 10 Provinsi di Indonesia. Akan terus bertambah karena tingginya permintaan di berbagai daerah,” ungkapnya. (cr9/pra/ong)