Tidak banyak kejutan yang diterima Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito saat berulang tahun ke-60, kemarin. Namun, sejumlah agenda sosial dilakukan. Apa saja kegiatan itu ?

FRIETQI SURYAWAN, Magelang

Hari jadi yang jatuh 28 Desember tersebut, diperingati keluarga besar Sigit dengan makan bersama dan pembagian santunan di Pendopo Pengabdian. Kegiatan ini mengundang 230 anak yatim. “Jangan dilihat besaran santunannya, tapi keikhlasan dan manfaat yang bisa diambil nantinya,” kata Sigit.

Sebelumnya, Sigit juga berbagi dengan anak yatim saat safari Salat Jumat di Masjid Nurul Iman Kelurahan Panjang. Sebanyak 20 anak yatim TPQ masjid tersebut menerima bingkisan. “Ini merupakan wujud kebahagiaan atas berkah umur yang saya jalani,” tuturnya.

Sigit memilih berbagi dengan anak yatim karena menurutnya mereka layak mendapatkan kebahagiaan. Suami dari Yetti Biakti ini sempat melakukan pemotongan tumpeng, kue tart, hingga persembahan tarian topeng ireng yang dimainkan oleh personel Satpol PP Kota Magelang. “Di umur saya saat ini, semoga semakin berkah, barokah, dan membawa manfaat bagi sesama. Khususnya warga Kota Magelang,” ungkap Sigit.

Pagi harinya, Sigit sempat menyerahkan bantuan makanan tambahan atau extra fooding bagi tenaga kerja harian yang berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pemberian makanan tambahan ini sudah rutin selama beberapa tahun terakhir. Tahun ini, 411 tenaga lapangan yang menerima makanan tambahan ini. “Saya berterima kasih karena selama ini semua sudah berdedikasi melaksanakan tugas menjaga taman dan lingkungan Kota Magelang dengan baik,” ujarnya

Sigit mengatakan, para petugas kebersihan  yang merupakan ujung tombak kebersihan di Kota Magelang tersebut, memiliki perjuangan yang luar biasa menjaga dan memelihara kebersihan Kota Magelang. Karena,  di kala pagi buta sudah meninggalkan keluarga hanya untuk membersihkan setiap sudut kota. “Tanpa kerja keras para petugas kebersihan di lapangan, mustahil Kota Magelang menjadi bersih , nyaman  dan indah seperti saat  ini dan berhasil meraih penghargaan Adipura,” jelasnya.

Kepala DLH Pemkot Magelang Mahbub Yani Arfian, menambahkan, 411 orang tenaga lapangan petugas kebersihan yang menerima makanan tambahan terdiri dari penyapu jalan, petugas taman dan petugas pengangkut sampah. Kemudian petugas Tempat Pembuangan  Akhir (TPA) Banyuurip, petugas Intalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) di Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang. Adapun isi dari makanan tambahan yang diberikan berupa beras 4 kilogram, gula pasir 4 kilogram, dan minyak goreng 4 liter.

Pemberian makanan tambahan menggunakan dana APBD Kota Magelang 2018 sebesar Rp 185.330.000. Anggaran tersebut dipergunakan untuk pemberian makanan tambahan dua kali di tahun 2018.Makanan tambahan yang diberikan ini semata untuk memberikan tambahan gizi. “Agar badan tetap sehat dan bekerja pun tetap,” tandas Mahbub. (din/fn)