JOGJA – Dalam rangka mendekatkan diri dengan para konsumennya, Bakpiaku terus menambah outlet. Kali ini, yang dibuka adalah outlet Bakpiaku di Jalan Sultan Agung No.111, Wirogunan, Mergangsan, Kota Jogja. Outlet ini menjadi cabang ke empat Bakpiaku di Jogja.

Sebelumnya, Bakpiaku telah memiliki tiga outlet, yakni Bakpiaku Outlet Gajah Mada, di Jl. Gajah Mada No.60, Purwokinanti, Pakualaman, Kota Jogja; Bakpiaku Outlet Kaliurang di Jl. Kaliurang Km 5; dan Bakpiaku Outlet Adisucipto  di Jl. Raya Solo – Jogja Km 5, Karangploso, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Owner Bakpiaku, Yudi Tri Sanjaya mengatakan, penambahan outlet baru merupakan bagian dari peningkatan pelayanan bagi konsumen. Sebab, semakin banyak outlet yang dibuka, maka pelanggan makin mudah untuk mendapatkan Bakpiaku.

“Kami ingin outlet Bakpiaku ini menyebar di beberapa wilayah di Jogjakarta. Targetnya lebih dari lima outlet. Dan untuk sementara, tahun ini empat dulu,” ujar Yudi Tri Sanjaya saat ditemui di outlet barunya di Jalan Sultan Agung, Jumat (28/12).

Yudi menyebutkan, tujuan dibangunnya otlet baru di Jalan Sultan Agung, untuk memberikan alternatif wisatawan yang melewati jalan utama di tengah kota. “Pastinya, agar para pelanggan semakin dekat dengan Bakpiaku. Dengan hadirnya outlet baru di Jalan Sultan Agung, agar para wisatawan lebih mudah untuk mencari Bakpiaku,” tuturnya.

Dijelaskan, para wisatawan yang bertamasya di seputan Malioboro dan Keraton, hampir dipastikan melewati jalan Sultan Agung untuk menuju ke arah timur atau Wonosari. “Di sini kan ramai wisatawan yang lalu lalang, ini yang ingin kami tangkap dengan outlet baru kami ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, awal berdirinya Bakpiaku pada tahun 2012. Kurang lebih enam tahun beroperasi, Bakpiaku sudah mempunyai pelanggan tetap. Sehingga tak heran di setiap cabang, Bakpiaku selalu ramai wisatawan.

Sang istri, Vika Felina menambahkan, di antara bakpia-bakpia yang ada di Jogja, Bakpiaku mempunyai kelebihan tersendiri. Bagaimana tidak, isian kumbu maupun kulit bakpianya dibuat dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas.

“Bakpiaku ini tanpa pengawet, bukan soal angka yang kami tonjolkan. Tapi bahan-bahan yang kami gunakan adalah bahan pilihan, bukan asal,” ungkap Vika.


Bakpiaku mempunyai lima varian rasa, yaitu kacang ijo, coklat, keju, susu, greentea, dan cappucino. Dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru, kemasan Bakpiaku dibuat menarik. Salah satunya adalah kotak berhenti bungkus permen.

Selain jaga kualitas, Bakpiaku juga meningkatkan efisiensi dalam segala hal, seperti internal, penjualan, dan efisiensi untuk mengikuti zaman.
Di setiap outlet Bakpiaku, juga disediakan 100 macam snack pendamping. Ini untuk memberikan pilihan alternatif bagi wisatawan.

Vika menegaskan, Bakpiaku lebih menjual rasa daripada nama. Dengan menjaga kualitas produk yang enak, nama Bakpiaku pun ikut menjadi besar, karena selalu mengedepankan inovatif, kreatif, dan kualitas produk.

Soal harga, juga sangat terjangkau. Dalam satu dus isi lima bakpia, dibanderol dengan harga Rp 17 ribu, Isi 10 bakpia Rp 28 ribu, dan isi 20 bakpia dijual dengan harga Rp 53 ribu. (*/ita/jko)