Dinas Pariwisata DIY menyiapkan agenda khusus menyambut pergantian tahun. Salah satunya menggelar kolaborasi wayang kulit dan wayang golek. Pagelaran yang memadukan seni Jawa serta Sunda itu akan dipusatkan di depan Mal Malioboro. Dinas Pariwisata DIY mendirikan panggung di depan pusat perbelanjaan tersebut.

“Acaranya dimulai pukul 20.00,” ujar Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta Minggu (30/12). Adapun dalang yang tampil adalah Ki Gondo Suharno dan Ki Hadi Sutjipto. Kedua dalang itu menghadirkan lakon Sang Patih Suwondo. “Kami berharap pagelaran seni budaya itu makin memeriahkan malam pergantian 2018 menuju 2019,” lanjut Aris.

Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Dinas Pariwisata DIY Wardoyo menambahkan ada tiga panggung di sepanjang Malioboro yang disiapkan instansinya.

Panggung pertama berlokasi di depan Hotel Grand Inna Malioboro. Di panggung pertama ini menampilkan seni tradisi. Yakni kesenian tradisional asal Jogja berkolaborasi dengan kesenian dari luar DIY. “Nanti ada pertunjukan angguk, campursari modern dan kesenian dari Cirebon,” terang Wardoyo.
Sedangkan panggung di depan Mal Malioboro merupakan panggung kedua. Sama seperti di panggung pertama, semangat yang dibangun adalah alturasi budaya Jogja dengan Jawa Barat.

Panggung ketiga ada di depan gerbang barat Kepatihan. Hiburan yang disajikan pertunjukan Band Letto. “Grup band tersebut asal usulnya dari Jogja,” ungkap Wardoyo.

Dengan adanya tiga panggung hiburan itu diharapkan titik keramaian tidak terkonsentrasi di satu tempat. Wisatawan juga dapat menghabiskan waktu lebih panjang di Malioboro untuk menikmati malam tahun baru.

Apalagi Malioboro saat ini telah menjadi kawasaan semipedistrian. Pengunjung makin nyaman berada di jantung Kota Jogja itu. Tiga panggung pertunjukan itu memersembahkan konsep berbeda. Dari pertunjukan seni tradisional, wayang hingga musik. “Harapannya akan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Jogja,” katanya.

Rencananya sejak pukul 16.00 Malioboro ditutup dari segala jenis kendaraan bermotor. Pertunjukan mulai pukul 20.00. Berakhir sesaat setelah pergantian tahun. Khusus pertunjukan wayang berlangsung sampai dengan pukul 02.00 dinihari. Selain panggung, Dinas Pariwisata DIY juga menyiapkan pesta kembang api. “Pesta kembang api ini akan membuat suasan Malioboro semakin meriah,” ujar Wardoyo. (kus/fn)