KULONPROGO – Kunjungan wisata ke Pantai Glagah merosot. Biasanya, pada perayaan tahun baru pengunjung membeludak. Penurunan kunjungan tersebut diduga karena imbauan menghindari pantai karena ombak tinggi. Plus dipindahnya sejumlah event ke objek wisata lain.

Petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Glagah, Agus Subiyanto mengatakan, kenaikan pengunjung sempat terjadi sejak Rabu (26/12). Saat perayaan tahun baru justru anjlok.

“Tadi malam (kemarin) hanya dikunjungi 752 orang. Sehari sebelumnya, di atas 1.000 orang. Jauh menurun dibanding tahun lalu,” kata Agus.

Pada saat yang sama tahun lalu, jalan ke Pantai Glagah sampai macet. Saking banyaknya pengunjung. Kali ini tidak terjadi.

Imbauan Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ditaati. Pengunjung pun menghindari pantai. Ombak tinggi terjadi dari 28 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019.

Agus mengatakan, pengunjung yang datang ke Glagah didominasi turis lokal, DIJ dan Jateng. Pengunjung luar kota justru tertarik melihat lokasi New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Pengunjung mulai berdatangan ke Pantai Glagah pukul 10.00, kemarin. Tahun lalu, tiket yang terbeli sejumlah 13.000 lembar. Kemarin baru tembus 3.000 lembar.

‘’Harga tiket Rp 5.000 per orang. Sedangkan petugas TPR 15 orang. Tujuh shift malam, delapan shift siang,” kata Agus.

Target pendapatan asli daerah (PAD) Pantai Glagah tahun 2018 Rp 2,8 miliar. Sudah tercapai 92 persen, Rp 2,6 miliar.

Tim SAR Wilayah V Pantai Glagah, Samsudin mengatakan, libur akhir tahun pihaknya mendirikan posko pemantauan di pemecah ombak. Imbauan dilakukan dengan pengeras suara.

Ada juga patroli Tim SAR untuk mengingatkan pengunjung tidak mandi di laut. Dilarang terlalu dekat pemecah ombak. (tom/iwa/fn)