JOGJA – Pemkot Jogja tidak main-main terhadap aksi pencurian guiding block di pedestrian Jalan Suroto. Melalui pelaksana proyek, PT Pradhipta Bhumi Konstruksi sudah melaporkan aksi meneteli guiding block itu ke Kepolisian.

“Dari pelaksana (PT Pradhipta Bhumi Konstruksi) sudah melaporkan ke pihak berwajib,” ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akshanti Selasa (1/1). Menurut dia langkah tersebut sebagai pembelajaran sekaligus antisipasi supaya tidak berulang kembali.

Pelaporan yang dilakukan pelaksana proyek, jelas Umi, karena saat ini masih dalam masa pemeliharaan oleh pengelola. “Harapannya pihak berwajib melakukan penyelidikan kemudian ditemukan pelaku pencuriannya,” tuturnya.
Umi juga mengaku sudah menghitung kerugian akibat hilang penunjuk jalan bagi tuna netra itu. Menurut dia kerugian mencapai Rp 10 juta. Itu dihitung dari banyaknya komponen yang dicuri. Setidaknya pencuri telah mengambil sebanyak 600 komponen. Terdiri dari 400 tactile dan 200 dot tactile. Yang bahan dasarnya berasal dari alumunium.

Menurut dia alumunium dipilih karena sifatnya yang awet karena tahan karat. Namun itu justru mengundang pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambilnya, karena memiliki nilai jual. “Dihitung kerugiannya sekitar Rp 10 juta. Namun itu baru sementara, kami belum mengecek harga pasti,” jelasnya.

Sebelumnya Koordinator Forum Penguatan Hak Penyandang Disabilitas DIJ Arni Surwanti berharap pemerintah lebih rutin melakukan pengecekan fasilitas publik. Hal ini agar publik, termasuk disabilitas dapat terus memakai fasilitas yang disediakan oleh pemerintah. “Secara rutin harus ada pemeriksaan tentang fasilitas publik,” imbuhnya. (cr5/pra/fn)