PURWOREJO – Penyelenggaraan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 31 Januari 2019 nanti sangat dimungkinkan bisa diikuti seluruh desa yang dijadwalkan. Dua puluh tiga desa dari 343 peserta pilkades serentak telah berhasil memenuhi batas minimal jumlah pendaftar pilkades.

Hal itu terungkap dalam rapat Komisi A DPRD Purworejo yang menghadirkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) serta Bagian Pemerintahan Setda Purworejo di ruang rapat komisi, Rabu (2/1). Rapat yang dipimpin Ketua Komisi A Kons Gudoyo ini diikuti seluruh anggota serta menghadirkan Kepala Dinpermades Agus Ari Setiyadi dan jajarannya serta Plt Kabag Pemerintahan Setyowati.

Sekretaris Komisi A Toha Mahasin mengungkapkan, pihaknya sengaja mengundang instansi terkait yang menggelar pilkades untuk mengetahui kesiapan pelaksanaannya. Jumlah desa yang hendak mengikuti pilkades terbanyak sepanjang sejarah Purworejo ini memang membuat pihaknya terus melakukan pantauan perkembangannya.

Alhamdulillah, hari ini (kemarin, Red) kami mengundang Dinpermades dan Bagian Pemerintahan untuk mendengarkan tentang perkembangan persiapan pilkades serentak, progresnya sudah baik,” ujar Toha.

Pihaknya sempat menghawatirkan terjadinya kegagalan pilkades karena mundurnya salah satu calon dari peserta pilkades yang hanya satu orang. Ini cukup beralasan, mengingat panjangnya waktu penetapan calon dari penutupan pendaftaran.

“Dalam aturan yang digunakan tidak diatur tentang sanksi bagi calon yang mundur. Tapi dari Dinpermades sudah memiliki formula tersendiri untuk menyikapi terhadap kemungkinan mundurnya calon itu,” jelas Toha.

Kepala Dinpermades Agus Ari Setyadi mengaku pihaknya mencurahkan pikiran dan tenaga secara khusus untuk penyelenggaraan pesta rakyat tingkat desa tersebut. Adanya desa yang gagal memenuhi kuota minimal dalam masa pendaftaran memang mendapatkan perhatian.

“Kami terus melakukan pemantauan bagi desa yang belum memenuhi jumlah pendaftar. Dan hingga kemarin (Rabu, Red) semua desa sudah mendapatkan calon. Padahal penutupannya pada hari ini (kemarin,, Red),” katanya.

Bahkan ada kemungkinan desa bisa mendapatkan calon lebih dari lima atau melebihi batas maksimal pendaftaran bakal calon kades. Jika memang ada yang melebihi, maka mereka akan mengikuti seleksi awal bersama empat desa lain yang sebelumnya juga mendapatkan calon lebih.  “Rencananya seleksi akan diadakan 16 Januari dan tanggal 17 nanti dilakukan penetapan calon kades,”  tambahnya. (udi/laz)