PURWOREJO – Jalanan di wilayah hukum Polres Purworejo tercatat telah merenggut 95 nyawa manusia sepanjang tahun 2018. Angka relatif tinggi ini dipicu terjadinya 474 kejadian kecelakaan lalu lintas.

Dari angka ini, setidaknya ada dua orang mengalami luka berat dan 513 orang mengalami luka ringan. Dari kejadian kecelakaan yang terjadi, setidaknya kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 222.850.000.

“Sebagian besar penyebab dari kecelakaan lalu lintas karena lalainya pengguna jalan, khususnya pengemudi serta masih rendahnya rasa disiplin pengguna kendaraan,” kata Kasatlantas Polres Purworejo AKP Nyi Ayu Fitria Facha, kemarin (2/1).

Menurut Nyi Ayu, permasalahan lain yang juga menjadi pemicu terjadi kecelakaan adalah kesehatan penggemudi serta keadaan mengantuk yang memaksakan diri untuk tetap mengemudi. Ia berharap pengguna jalan untuk bisa mengukur diri sehingga terjadinya kecelakaan bisa dihindari.

“Kecelakaan masih didominasi kendaraan roda dua. Biasanya mereka menggunakan kendaraannya kurang memperhatikan batas kecepatan dan kebiasaan mendahului serta berkendara secara zig zag,” tambahnya.

Meskipun masih relatif tinggi, menurut Kasatlantas, sebenarnya kasus yang terjadi di Purworejo turun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 diketahui  435 kasus. Sedikitnya 108 orang meninggal dunia, tiga luka berat dan 510 mengalami luka ringan. Kerugian yang ditimbulkan sebesar Rp 352.980.000.

Terpisah, Kapolres Purworejo, AKBP Indra Kurniawan Simangunsong mengingatkan kepada masyarakat khususnya pengguna jalan raya untuk lebih hati-hati dalam berkendara. Menurutnya, hal yang terkadang dianggap sepele justru dapat membahayakan bahkan dapat merenggut nyawa.

“Saya harapkan masyarakat untuk berhati-hati dalam berkendara. Rambu-rambu yang ada itu harus diperhatikan serta konfisi fisik kendaraan dan kesehatan juga diperhatikan saat hendak berkendara,” kata Kapolres Indra. (udi/laz)