MAGELANG – Pemkot Magelang langsung merespons kejadian perusakan makam. Penjabat Sekda Pemkot Magelang Sumartono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Magelang Mahbub  Yani Arfian, dan Kapolsek Magelang Selatan Kompol Moch Choirul Anwar meninjau tempat kejadian perkara (TKP) di TPU Giriloyo.

Menurut Sumartono DLH telah melakukan perbaikan (recovery) dan penggantian atas nisan maupun makam yang rusak. Pemkot Magelang juga berencana menambah penerangan di kawasan TPU Giriloyo untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi di kemudian hari.  “Akan ada tambahan penerangan di kawasan Giriloyo, yakni dengan lampu tenaga surya (solar cell),” tuturnya.

Diakuinya, makam-makam yang menjadi sasaran perusakan merupakan makam lama dan tidak memungkinkan untuk dipindah.“Untuk itu, pemerintah pun mengambil langkah recovery,” ujarnya.

Sumartono menyebutkan, ada s17 blok makam di TPU Giriloyo yang memiliki luas 16,8 hektare tersebut. Di dalamnya terdapat 22 ribu makam. Untuk makam baru, sudah dipisahkan blok-blok antara muslim dan non muslim.

Sementara itu, pasca kejadian, sejumlah keluarga banyak yang datang ke makam Giriloyo, untuk melihat apakah makam saudara mereka juga ikut di rusak atau tidak. “Mereka sekadar menengok apakah rusak atau tidak,’’ kata Mbah Mul, penjaga makam sekaligus petugas kebersihan. (dem/din)