MAGELANG – Perusakan makam terjadi massif di Kota Magelang. Karena tidak hanya terjadi di tempat pemakaman umum (TPU) Giriloyo, Jurangombo Selatan, Magelang Selatan saja. Perusakan juga terjadi di TPU Kiringan dan Malangan, Tidar Utara, Magelang Selatan.

Kapolres Magelang AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dan informasi bahwa terjadi juga pengerusakan di TPU Kiringan dan Malangan, Kelurahan Tidar Utara. “Itu terdiri dari tujuh makam nasrani dan dua makam muslim,” kata dia Kamis (3/1).

Kapolres mengaku hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Dari mulai olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan barang bukti hingga menghimpun keterangan sejumlah saksi. Belum diketemukan apa motif pelaku dan pola yang jelas dalam kejadian tersebut.”Kami mempunyai keinginan yang sama. Yakni pelaku segera tertangkap dan terungkap motifnya serta tetap terciptanya kondusifitas di Kota Magelang,” tegas Kristanto.

Dia mengusulkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang agar segera dilakukan perbaikan fisik terhadap makam yang dirusak tersebut. Sisi lain, polisi juga telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, yakni Badan Kesbangpol dan Linmas Pemkot Magelang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan tokoh masyarakat setempat. “Kami berupaya agar masyarakat jangan sampai terprovokasi, karena ini bukan isu SARA maupun agama,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada Selasa malam (1/1) terjadi perusakan beberapa nisan salib di TPU Giriloyo. Jumlahnya mencapai 11 buah, di Blok A3 dan C1.  Sebelum akhirnya ditemukan juga ada satu nisan muslim yang rusak. “Siskamling di kampung-kampung sebaiknya lebih digiatkan lagi. Kami juga lebih intensif  lakukan patroli gabungan dengan unsur terkait baik TNI maupun Satpol PP,” tandasnya.

Kapolsek Magelang Selatan Kompol Moch Choirul Anwar menegaskan pihaknya terus melakukan penyelidikan intensif atas kasus ini. Hingga kini, keluarga pemilik makam yang dirusak juga belum ada yang melapor ke Polsek maupun Polres Magelang. Polisi meyakini bahwa kejadian ini tidak berhubungan dengan kejadian serupa di kota-kota lain.

Dia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak dikait-kaitkan dengan tahun politik, pemilihan presiden (Pilpres), pemilihan legislatif (Pilleg), dan SARA. “Serahkan masalah ini ke kami, mudah-mudahan bisa diungkap secepatnya. Petugas makam baik penggali maupun petugas kebersihan agar sama-sama menjaga situasi makam,” tuturnya.

Anwar berharap pihak terkait untuk membantu pengawasan makam-makam dengan memasang lampu yang cukup terang dan kamera pengawas. “Untuk membantu pengawasan, kami imbau agar dipasang kamera pengawas (CCTV),” pintanya. (dem/din)