MAGELANG – Raihan cukup baik dicapai dalam Bulan Dana PMI tahun 2018 di Kota Magelang. Panitia kegiatan ini memperoleh Rp 272.245.500 atau 109 persen dari target Rp 250 juta. Bahkan, hingga masuk tahun 2019 terdapat tambahan dana Rp 7,8 juta yang akhirnya tambahan ini masuk ke bantuan kemanusiaan.

“Hingga akhir pelaksanaan, dana yang kami dapat berhasil melampaui target. Bahkan sampai batas akhir masih ada dana yang masuk sehinggad akan dimasukkan ke dalam kategori bantuan kemanusiaan,” kata Ketua Panitia Bulan Dana PMI 2018 AKBP Kristanto Yoga Darmawan Minggu (6/1).

Dijelaskan, bulan dana berdasarkan surat keputusan Wali Kota Magelang tertanggal 13 Agustus 2018. Pelaksanaannya 1 September sampai 31 Desember 2018 atau empat bulan. Kapolres Magelang Kota itu mengaku meski melampaui target, dana yang didapat belum mencapai angka maksimal. Namun ia percaya dana ini akan mampu membantu segala kegiatan PMI bagi kemanusiaan maupun lainnya.

“Saya perlu katakan, dalam penggunaan dana nanti harus memperhatikan nilai sosial dan lestarikan budaya gotong-royong. Kita juga perlu selalu waspada terhadap segala bentuk bencana atau musibah yang tak terprediksi sambil terus koordinasi antarlembaga,” tuturnya.

Plt Ketua PMI Kota Magelang Madiyono mengutarakan, hasil bulan dana dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan sosial kemanusiaan dalam penanganan bencana bersifat lokal, regional, maupun nasional. Lalu pembinaan generasi muda, PMR, kegiatan sukarelawan, dan pertolongan pertama. Di mana sudah ada petunjuk teknis pemanfaatan hasil bulan dana yang diatur berdasar pola umum pengelolaan PMI pusat. Akan tetapi, PMI Kota Magelang berani mengambil kebijakan sedikit berbeda.

“Kalau juknis PMI Pusat, 50 persen untuk program kemanusiaan, kami berani sebesar 76 persen. Lalu 30 persen untuk operasional, kami hanya gunakan 19 persen saja. Sisa 5 persen kami gunakan untuk lain-lain atau jauh di bawah angka juknis PMI Pusat yang sebesar 20 persen,” jelasnya. (dem/laz/fn)