MAGELANG – Polres Magelang Kota memenuhi janjinya melakukan observasi bagi pelaku perusakan 23 nisan makam di Kota Magelang. Firman Kurniawan Bakti, 25, warga Kampung Karangkidul, Rejowinangun Selatan, Magelang Selatan, itu kini berada di Rumah Sakit Jiwa Pusat (RSJP) dr Soerojo Magelang. Rencananya, pelaku akan menjalani observasi selama dua minggu.

“Sudah kami antar ke RSJP dr Soerojo. Observasinya dua minggu. Untuk hasil, paling cepat satu minggu,” kata Kasatreskrim Polres Magelang Kota AKP Rinto Sutopo Minggu (6/1).

Rinto menjelaskan, pelaku harus menjalani observasi secara menyeluruh dengan melibatkan tim dokter RSJP dr Soerojo karena diduga mengalami gangguan kejiwaan. Apalagi Firman pernah menjalani perawatan di RSJP itu dan kemudian memilih untuk melakukan pengobatan herbal di wilayah Kalibawang, Kulonprogo.

Kondisi kejiwaan pelaku dibutuhkan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya “Kami intinya minta ke sana kan ya untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. Kemudian pada saat melakukan itu, dengan kondisi kejiwaan bisa mempertanggungjawabkan secara hukum atau tidak,” tuturnya.

Dikatakan, selama dalam pemeriksaan pihaknya, pelaku susah untuk diajak komunikasi. Dia memilih diam ketika ditanya penyidik. Bahkan petugas mengalami kesulitan untuk mengambil gambar pelaku.

“Petugas akan mengawal ketat pelaku saat di RSJP. Mengenai bagaimana pemeriksaanya, semua kewenangan tim dokter. Yang pasti, begitu hasil keluar itu sebagai bahan pemeriksaan pelaku,” tegasnya.

Ditambahkan Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan, pelaku telah berada di RSJP dr Soerojo untuk dilakukan observasi menyeluruh. “Yang jelas proses hukum terus berjalan. Soal kasusnya sendiri, biar nanti kejaksaan dan pengadilan yang menentukan,” ujarnya.

Kristanto mengemukakan, paman pelaku juga punya riwayat gangguan kejiwaan. Ditambah situasi keluarga pelaku yang pernah kaya, tetapi kemudian jauh miskin. Ditambah sang ayah, sehingga pelaku hanya tinggal dengan ibunya.
“Pelaku dalam melakukan perusakan tidak mengendarai kendaraan apa pun. Dia jalan kaki ke Giriloyo, Malangan, maupun Nambangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Hukum, Organisasi dan Humas RSJP dr Soerojo Imron Fauzi saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui secara pasti adanya pasien rujukan dari Polres Magelang Kota.

“Coba nanti kami koordinasikan dengan pimpinan lebih dulu. Karena memang data pasien kan rahasia, jadi tidak serta merta diberitahu. Kami terkendala dengan aturan perundang-undangan tentang data pasien,” tambah Imron.

Saat didesak adanya pasien kiriman dari pihak kepolisian, Imron enggan mengklarifikasi hal itu. “Sekali lagi kami tegaskan, kami tidak bisa menjawab benar tidaknya. Maaf, sekali lagi maaf, karena kami terikat dengan aturan yang ada,” tandasnya.

Seperti diberitakan, pelaku perusakan 23 nisan makam di empat TPU Kota Magelang berhasil diringkus Polres Magelang Kota, Jumat (4/1) malam pukul 21.30. Firman dibekuk usai menjalankan aksi keempatnya di TPU Candi Nambangan. Pelaku pernah menjalani rawat jalan di RSJP dr Soerojo Kota Magelang pada April 2017 lalu. Kini polisi fokus memeriksa kondisi kejiwaan pelaku perusakan nisan makam itu. (dem/laz/fn)