JOGJA – Asosiasi PSSI Kota dan Kabupaten se-DIJ berencana mendatangi Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ hari ini. Hal ini terkait nasib keberadaan cabang bergengsi sepak bola dan futsal dalam penyelenggaraan Porda DIJ XV 2019.

Kekhawatiran cabang sepak bola dan futsal tidak dipertandingkan memang cukup beralasan. Pasalnya, nasib organisasi di level provinsi cabor tersebut hingga saat ini tidak ada kejelasan, setelah dibekukan oleh PSSI pusat.
”Hari ini kami jadwalkan Askot dan Askab bertemu KONI DIJ. Kami berharap ada kejelasan tentang nasib olahraga ini di tengah keberadaan Asprov yang dibekukan,” kata Ketua Askot DIJ M Irham Minggu (6/1).

Dengan masih dibekukannya Asprov PSSI DIJ, peluang cabor olahraga tidak dipertandingankan memang cukup besar. Menurut Irham, suatu kerugian bila sepak bola dan futsal tidak dipertandingkan dalam Porda 2019.

“Tidak hanya merugikan sepak bola Jogja, tetapi juga sepak bola yang ada di DIJ. Bagaimanapun juga sepakbola dan futsal merupakan cabang yang paling bergengsi di olahraga,” terangnya.

Tidak dipertandingkannya sepak bola dan futsal pun menimbulkan kerugian tersendiri. Bukan dari sisi prestasi saja, tapi juga dari sisi operasional. Pasalnya, sejak April tahun lalu Askot PSSI Jogja telah mempersiapkan tim dalam Pusat Pelati Kota (Puslakot) Jogja.

“Sudah hampir setahun kami mempersiapkan diri, tentu akan sangat kecewa bila tidak dipertandingkan,” jelasnya. Dari pertemuan hari ini nantinya diharapkan ada solusi dari KONI DIJ terkait permasalahan yang menimpa organisasi sepak bola di tingkat provinsi ini. ”Bagaimanapun juga sangat berpengaruh pada pembinaan atlet sepak bola di Jogja,” jelasnya. (bhn/laz/fn)