SLEMAN – PSS Sleman menjadi sorotan setelah kasus pengaturan skor muncur ke permukaan. Jika benar-benar terlibat, bukan tidak mungkin status Super Elang Jawa yang promosi ke Liga 1 musim ini bakal terancam.

Menanggapi sorotan ini, CEO PT Putra Sleman Sembada Soekeno pun angkat suara. Ia cukup yakin timnya tidak terlibat dalam pengaturan skor seperti dituduhkan banyak pihak. “Kami memiliki skuad termahal di Liga 2, jadi kenapa harus ada pengaturan skor?” kata Soekeno saat dihubungi Minggu (6/1).

Pemilik dua mal besar di Jogjakarta ini menyebut, dalam ambisinya mencapai target naik kasta ke Liga 1, PT PSS mempersiapkan kerangka tim dengan baik. Selain menunjuk perangkat pelatih berpengalaman, skuad yang ada di PSS pun cukup mumpuni.

Sebut saja kehadiran Christian ‘EL Loco’ Gonzales. Striker berdarah Uruguay itu digadang-gadang menjadi pemain dengan bayaran termahal di Liga 2. Dikabarkan bayaran El Loco per musim bernilai ratusan juta rupiah.

Belum lagi kombinasi pemain bertalenta dan pengalaman. Misalnya Rifal Lastori, Rangga Musli, Slamet Budiono, Ichsan Pratama, Dave Mustaine, Ega Rizky, merupakan sederet pemain muda dengan talenta mumpuni.

Sementara pemain yang didatangkan yakni Syamsul Chaerudin, I Made Wirahadi, Amarzukih, dan Gonzales. “Bila gelar PSS Sleman dicabut, kami membawa kasus ini ke ranah hukum,” kata Soekeno.

Sementara itu manajer anyar PSS Sleman Retno Sukmawati tidak ingin menanggapi dugaan pengaturan skor yang tengah menjadi sorotan. Istri mendiang Suparjiono ini lebih memilih mempersiapkan tim guna menyambut musim baru. “Itu ranahnya kepengurusan lama. Saat ini fokus saya membangun skuad,” Retno.

Dikabarkan hari ini (7/1) para pemain PSS Sleman yang sebelumnya bergabung dengan skuad Super Elja diminta kembali ke markas tim. Nantinya mereka akan menjalani evaluasi dan pembicaraan perihal persiapan di musim sebelumnya.

Setelah tim terbentuk, skuad Super Elja akan menjalani celebration game melawan Persela Lamongan di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/1). ”Kami sudah mendapatkan kepastian manajemen Persela siap menerima undangan laga,” ujar perempuan yang berprofesi sebagai guru SMP ini.

Seperti diketahui sebelumnya, Polri melalui Satga Antimafia Bola mengisyaratkan akan menaikkan sejumlah status dugaan match fixing dari penyelidikan ke penyidikan. Bukan tidak mungkin, pertandingan antara PSS Sleman kontra Madura FC di babak penyisahan maupun delapan besar juga ikut terusut.

Apalagi Manajer Madura FC Januar telah menyatakan ke publik terkait adanya tawaran suap oleh anggota Exco PSSI non aktif, Hidayat. Ketika itu, Januar mengungkapkan dirinya ditawari sejumlah uang agar di laga itu Madura FC kalah dari PSS Sleman. (bhn/laz/fn)