KULONPROGO – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Glagah terdampak pembangunan bandara. Rencananya digabung dengan SDN 1 Glagah yang terdampak pelebaran Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Namun masih ditentang warga.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Suharyono mengatakan, penggabungan (regrouping) dinilai efektif. ‘’Namun Pemkab memahami keinginan warga yang menolaknya,’’ kata Suharyono (6/1).

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, Pemkab akan melakukan pendekatan ke warga. “Regrouping bisa dilakukan dengan SDN 3 Glagah yang ada di relokasi warga terdampak NYIA di Glagah. Kapasitasnya memadai,” kata Hasto.

Menurut dia, warga menginginkan bangunan baru. Satu-satunya pilihan, menggunakan tanah kas desa.

Kepala Desa Glagah, Agus Parmono mengatakan, sebaiknya kegiatan belajar mengajar (KBM) SDN 3 Glagah bisa segera dilakukan di gedung yang layak. Sehingga KBM kondusif dan siswa nyaman.

Lokasi SDN 3 Glagah terlalu dekat lahan bandara. Kebisingan pembangunan bandara membuat siswa terganggu. (tom/iwa/fn)