MAGELANG-Tidak segera diberinya akses jalan bagi masyarakat Kelurahan Cacaban, terutama warga RW IX dan X, membuat persoalan melebar. Ratusan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Aliansi Kota Magelang mendatangi Kantor Wali Kota Mageng, kemarin. Mereka menyatakan mewakili aspirasi masyarakat dua RW tersebut, untuk menuntut akses jalan.

“Kami datang kesini hanya ingin menyampaikan aspirasi masyarakat Cacaban yang tidak diberikan pintu akses masuk taman Kyai Langgeng setelah di tutup pagar,” kata Ketua GPK Aliansi Kota Magelang, Zaenal Arifin, Senin (7/1).

Arifin menegaskan, aksi kali ini merupakan tindak lanjut aspirasi warga yang telah beberapa kali melakukan audiensi dengan pihak Perusahaan Daerah Obyek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng (TKL), yang selalu mentok. Yakni pihak TKL enggan membuka akses jalan bagi warga sekadar untuk mandi cuci kakus (MCK) dan memancing di Sungai Bangkong, yang ada di objek wisata tersebut.

“Kami minta Pemkot Magelang dapat menindak lanjuti masalah ini, dan dapat memberikan akses masuk pada pagar pembatas , antara Taman Kyai Langgeng dengan area lingkungan warga RW 9 dan 10 Kelurahan Cacaban,” tuturnya.

Diungkapkan, pihak TKL sendiri dalam mendirikan pagar beton tidak berkoordinasi dengan warga setempat sehingga hasilnya hanya sepihak “Hal ini sangat disayangkan,” ujarnya.

Kedatangan mereka ditemui Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra Pemkot Magelang Joko Budiyono. Mengenai permintaan warga utuk diberikan pintu akses masuk TKL, Joko mengaku pihaknya masih mempertimbangkannya. Karena saat ini ada investor yang ingin membuat wahana Air Niagara dan Mini Zoo yang menghadirkan koleksi sejumlah hewan yang bisa berinteraksi dengan pengunjung. Dua wahana tersebut keamanan cukup tinggi“Hal itulah yang menjadi pertimbangan kami, utamanya dalam aspek keamanan dan ketertibannya ke depan” tandas Joko. (dem/din/fn)