JOGJA – Cabang olahraga (sabor) sepak bola dan futsal dipastikan tetap dipertandingkan di Porda XV DIJ 2019 mendatang. Dibekukannya induk organisasi Asprov PSSI DIJ oleh PSSI tidak berpengaruh terhadap penyelenggaraan cabor- cabor ini. “Untuk Porda, kami tetap komitmen ingin menandingkan sepakbola dan futsal,” jelas Ketua Umum KONI DIJ Prof Djoko Pekik Irianto usai bertemu perwakilan Askot dan Askab di Kantor Koni DIJ Senin (7/1).

Di samping itu, Djoko juga berpesan kepada Askot dan Askab untuk mengedepankan rekonsiliasi terkait persoalan internal yang terjadi di badan Asprov PSSI DIJ. Masukan untuk memilih rekonsiliasi, menurutnya karena sesuai statuta, tahapan untuk menggelar KLB itu cukup panjang.

Dengan waktu 10 bulan untuk menggelar Porda DIJ, pihaknya khawatir pelaksanaan KLB tidak akan bisa digelar sesuai tenggat waktu yang diharapkan. Apalagi, hasil di KLB nanti juga belum tentu akan bisa memuaskan semua pihak yang ada di PSSI DIJ saat ini. “Kalau mau KLB, kami tidak bisa melarang,” kata Guru Besar Ilmu Keolahragaan FIK UNY ini.

Ketua Asosiasi PSSI Kota Jogja M Irham mengaku cukup lega atas keputusan sepakbola dan futsal tetap bisa dipertandingkan di Porda 2019. Dalam pertemuan kemarin, dikemukakan jika sampai hari ini (kemarin) tidak ada juknis untuk futsal dan sepak bola maka pada Porda 2019 nanti mengacu pada juknis Porda 2017. “Karena memang Asprov PSSI selaku pengda cabang olahraga tidak memasukkan juknis maka disepakati futsal dan sepak bola menggunakan juknis Porda 2017,” jelasnya.

Dalam audiensi itu, Irham juga menyampaikan keinginan dari Askab dan Askot serta pemilik suara untuk menggelar KLB Asprov PSSI DIJ. Sebab, terancamnya futsal dan sepak bola tidak dipertandingkan di Porda 2019 tidak terlepas dari vakumnya Asprov PSSI DIJ. “Kami sampaikan juga soal desakan KLB PSSI DIY ke KONI. Kami tegaskan bahwa tidak ada mediasi,” ungkap dia. (bhn/din/fn)