PURWOREJO – Kunjugan lapangan Komisi A DPRD Purworejo mendapati bangunan kantor eks Kawedanan Kemiri dalam kondisi rusak dan tidak bisa digunakan Selasa (8/1). Beberapa bagian sudah rapuh dan berbahaya jika ada aktivitas di tempat itu.

Kondisi ini amat disayangkan karena keberadaan bangunan itu sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung kinerja aparatur sipil di Kecamatan Kemiri. Ada beberapa bagian yang bisa ditempatkan secara khusus, sehingga bangunan bisa digunakan dan tidak cepat rusak.

“Kunjungan hari ini (kemarin, Red) sebenarnya untuk melihat dari dekat persiapan menghadapi pilkades serentak. Tapi melihat bangunan kawedanan yang kondisinya memprihatinkan ini, mendadak kami ingin melihat dari dekat,” kata Sekretaris Komisi A Toha Mahasin.

Menurutnya, di Purworejo dulunya ada lima kawedanan yang meliputi Kawedanan Purworejo, Kutoarjo, Loano, Purwodadi dan Kemiri. Dari kelimanya, dua di antaranya dimanfaatkan yakni Kawedanan Kutoarjo untuk rumah dinas wakil bupati dan Kawedanan Purworejo untuk kantor Kecamatan Purworejo.

“Khusus untuk Kemiri terus terang kami amat menyayangkan sampai rusak seperti ini. Tampaknya memang menjadi kewenangan BPPKAD ya yang mengurusi aset. Tapi menurut saya andaikan dimanfaatkan untuk kepentingan kecamatan juga boleh,” tambah Toha.

Menilik kondisi yang ada, Toha menyarankan agar bangunan kawedanan itu diratakan saja dan digantikan dengan bangunan baru. Hanya saja, dirinya kurang tahu apakah bangunan tersebut termasuk cagar budaya atau tidak. “Kalau masuk cagar budaya, ya urusannya memang lain,” tambahnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo Agung Pranoto mengaku belum mengetahui secara persis bangunan kantor eks kawedanan sudah termasuk Bangunan Cagar Budaya (BCB) atau bukan. Sebagai orang baru di bidang tersebut, dirinya belum melakukan pengecekan secara mendalam. “Sepengetahuan saya, BCB itu ada jika dibangun sebelum kemerdekaan. Saya harus membuka literasi dulu,” ujar Agung.

Terpisah, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Purworejo Kusnan Kadari mengungkapkan, bangunan kawedanan yang masuk kategori cagar budaya hanyalah eks Kawedanan Kutoarjo yang menjadi rumah dinas wakil Bupati Purworejo. Sedangkan yang lainnya belum dilakukan penilaian.

“Rumdin wakil bupati masuk cagar budaya karena keunikannya. Sedangkan yang lain belum termasuk. Jadi kalau memang mau dibongkar atau dibangun lagi, tidak ada masalah,” kata Kusnan. (udi/laz/fn)