MAGELANG – Apresiasi diberikan Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Ahmad Luthfi terhadap aplikasi Elang Kota (Elektronik Layanan Masyarakat Polres Magelang Kota). Aplikasi ini dinilai sebagai wujud upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Kota Magelang. Hal ini sejalan dengan posisi polisi yang saat ini bukan lagi menjadi “ndoro”, melainkan pelayan bagi masyarakat. Maka, memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat menjadi tugas utama kepolisian.

“Di tingkat Polda Jateng, kita sudah punya aplikasi Smile Police (Sistem Manajemen Informasi Kepolisian). Elang Kota adalah bagian integral dari Smile Police tersebut, yang di polres daerah lain memiliki nama berbeda-beda,” katanya dalam peluncuran Elang Kota di Hotel Atria Magelang, Selasa (8/1).

Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan sambutan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono bahwa masyarakat di era globalisasi ini ingin mendapatkan pelayanan maksimal dari polisi. Sehingga, kepolisian dituntut memiliki terobosan-terobosan baru untuk memenuhi tuntutan tersebut.

“Saya pikir Elang Kota adalah terobosan baru yang dibuat Polres Magelang Kota. Tujuannya memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan kepolisian,” tuturnya.

Menurutnya, aplikasi berbasis Android yang dapat diunduh di ponsel pintar ini mampu memutus alur birokrasi yang sebelumnya dinilai ribet. “Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi ini dan menumbuhkan minat untuk mencegah terjadinya percaloan,” ujarnya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito yang turut hadir menuturkan, pihaknya juga memberi apresiasi atas diluncurkannya Elang Kota ini. Aplikasi ini dinilainya sebagai wujud nyata aparat dalam memberikan nilai lebih kepada masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu lagi sulit-sulit, tinggal buka handphone dan memanfaatkan aplikasi ini untuk keperluan layanan kepolisian. Semua sudah mudah dari mengurus SIM, izin keramaian, sampai pembuatan SKCK dapat terlayani,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengutarakan, Elang Kota merupakan wujud implementasi program Promoter (profesional, modern, dan terpercaya) yang didukung teknologi. Termasuk wujud prioritas Kapolri, utamanya poin kedua, yakni pelayanan publik.

“Aplikasi ini juga selaras dengan visi Kota Magelang. Lahirnya aplikasi ini tidak lepas dari kebutuhan masyarakat saat ini terkait pelayanan kepolisian. Dari situ muncul sejumlah fitur yang membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya,” tandasnya.

Aplikasi Elang Kota berbasis android itu, saat ini memiliki sembilan fitur, antara lain, laporan polisi, laporan kehilangan, permohonan SIM, permohonan SKCK, dan permohonan izin keramaian. Termasuk fitur permohonan izin penyampaian pendapat, permohonan cek fisik kendaraan, pengaduan propam, dan laporan data orang asing.

Dalam aplikasi yang bisa diunduh melalui playstore ini, pemohon bisa menentukan sendiri waktunya datang ke kantor polisi. Setiap jenis permohonan sudah ada petunjuknya di aplikasi, seperti syarat dan lainnya. Ketika di kantor polisi, pemohon tidak perlu lagi mencatat secara manual. (dem/laz/fn)