MACET. Sudah pasti terjadi. Di Simpang Empat Kentungan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Selama pelaksanaan proyek underpass. Ya, demi kelancaran arus lalu lintas di titik tersebut masyarakat harus rela menghadapi kemacetan parah lebih dahulu. Hingga proyek underpass benar-benar tuntas.

Warga Jogjakarta harus membiasakan diri. Mencari jalan-jalan ‘tikus’ untuk menghindari kemacetan. Di Simpang Empat Kentungan. Terutama di jam-jam sibuk. Pagi dan sore. Saat jam keberangkatan dan pulang sekolah atau kerja.

Mulai hari ini (14/1). Setidaknya hingga setahun ke depan. Khususnya pengendara kendaraan bermotor dari arah selatan (Jalan Kaliurang) ke utara. Atau ke timur (Condongcatur/Maguwoharjo). Demikian pula pengendara dari utara ke selatan atau ke barat (Monjali/Jombor). Juga pengendara dari barat ke selatan. Dan pengendara dari timur ke utara.

Prinsipnya, selama pembangunan underpass berlangsung Simpang Empat Kentungan masih bisa dilalui kendaraan. Pelaksana proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan sedikit ruang. Masing-masing selebar tiga meter. Hanya untuk satu lajur. Di bagian barat dan timur persimpangan. Baik di ruas sisi selatan maupun utara jalan.

Kasi Manajemen Lalu Lintas, Dinas Perhubungan DIJ Bagas Seno Aji menyatakan, proyek underpass tak akan berpengaruh pada rute kendaraan angkutan umum, khususnya Transjogja. Meski sangat mepet badan Transjogja tetap bisa melintasi jalan ekstensi selebar tiga meter yang disediakan pelaksana proyek underpass. “Bus berbadan besar wajib putar balik lewat rute alternatif,” tegasnya Minggu (13/1).

LANGGANAN MACET: Pengendara kendaraan bermotor lewat di Simpang Empat Kentungan Jumat (11/1). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

Bus besar tujuan Magelang dari arah timur disarankan melintas di jalur alternatif dari Proliman, Kalasan. Mengambil rute Cangkringan, Pakem, Turi, dan Tempel. Sedangkan bus tujuan Kulonprogo bisa lewat jalur Prambanan – Piyungan. Atau melalui Flyover Janti di Ring Road Barat. Sementara pengendara dari arah barat ke timur diimbau lewat Ring Road Selatan dari Simpang Tiga Gamping.

“Untuk Bus Damri yang biasa mengitari ring road bersifat evaluatif. Karena ukurannya cukup besar. Bisa dialihkan juga rutenya,” ungkapnya.

Bagas memastikan, selama proyek underpass pelayanan transportasi publik tetap jalan. Khusus Transjogja, hanya dilakukan pergeseran halte yang ada di sekitar Kentungan. Itu demi kenyamanan calon penumpang. Halte digeser sedikit lebih jauh dari lokasi proyek. Khususnya halte di sisi timur simpang empat. “Digeser lebih ke timur,” katanya.

Meski tak ada rencana pemindahan rute, lanjut Bagas, trayek Transjogja berlaku evaluatif. Tergantung tahapan pembangunan underpass. Rute bisa diubah, namun tak akan bergeser jauh dari jalur semula.

Pejabat Pembuat Komitmen Jembatan Kretek 2 dan Underpass Kentungan Cs, Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR M. Sidik Hidayat tak melarang kendaraan roda empat maupun sepeda motor melintasi area proyek underpass. Hanya, pengendara harus melajukan kendaraan dengan kecepatan rendah. Demi keamanan.

Proyek underpass telah direncanakan lebih dari dua tahun lalu. Itu lantaran titik jenuh kemacetan di Simpang Empat Kentungan telah melewati ambang batas. Dengan indeks 0,9. Idealnya, ambang batas kemacetan jalan tak lebih dari 0,3. Menurut Sidik, proyek underpass seharusnya bisa dikerjakan pada 2017 lalu.

Sesuai perencanan awal. Langsung dua underpass. Di Kentungan dan Condongcatur (Jalan Affandi). Namun batal. Kala itu anggaran pembangunan nasional difokuskan untuk jalan jalur lingkar selatan (JJLS). Saat ini pelaksanaan proyek underpass pun hanya untuk Simpang Empat Kentungan. Alasannya, jika dua proyek sekaligus dalam satu jalan kemacetan yang bakal terjadi akan lebih masif. “Pengerjaannya juga tak efektif karena fokusnya terbagi dua,” katanya.

Underpass Kentungan diperkirakan menelan dana hingga Rp 126 miliar. Dengan spesifikasi panjang 540 meter. Melintang dari timur ke barat dan sebaliknya, di Jalan Padjadjaran (Ring Road Utara). Dengan area tertutup sepanjang 180 meter. Kedalaman underpass 5,9 meter. Setiap jalur dibuat dua lajur. Jalur lambat tetap ada. Di sisi utara dan selatan underpass. Kurang lebih ada sekitar 2.800 meter persegi lahan terdampak proyek. Berupa tanah dan bangunan. Sebagian bangunan sudah dibongkar sejak pekan lalu. Terutama yang berada di sisi barat lajur utara. Ada pelebaran empat meter dari tepian jalan aspal saat ini.

Untuk mengurai kemacetan selama proyek underpass berlangsung telah disiapkan tia zona pengalihan arus lalu lintas. Intinya, pengguna kendaraan diarahkan menghindari Simpang Empat Kentungan. (dwi/yog/fn)