JOGJA – Belum menjabat sebagai wakil rakyat, banyak calon anggota legislatif (caleg) yang ternyata tidak paham aturan. Salah satunya dalam pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK). Buktinya Badan Pengawas Pemilu (Bawasalu) Kota Jogja mencopot 320 APK yang melanggar dalam seharinya.

Salah satunya di kecamatan Mergangsan. Ketua Bawaslu Kota Jogja Tri Agus Inharto mengaku dalam razia APK, bersama petugas Satpol PP Kota Jogja di wilayah kecamatan Mergangsan saja, pihaknya mengaku telah mencopot ratusan APK yang terbukti melanggar.

“Setidaknya ini ada ratusan, APK ini akan dirapikan kemudian diserahkan ke Panwaslucam Mergangsan,” ungkapnya saat ditemui Radar Jogja Senin (14/1).

Agus menjelaskan, alasan dicopotnya APK tersebut karena dipasang di tempat yang tidak sesuai dengan Peraturan Walikota Nomor 55 Tahun 2018 Tentang Alat Peraga Kampanye. Diantaranya pemasangan pada pohon, tiang listrik, pergola dan ditancapkan pada taman. “Bahkan ada yang dipasang di pagar rumah orang, tanpa izin pemilik,” imbuhnya.

Sebelumnya, Agus menjelaskan imbauan terkait dengan pemasangan atribut sudah disampaikan kepada para caleg dan partai politik sebelum pelaksanaan kampanye. Hal tersebut agar proses Pemilu 2019 ini bisa berjalan tertib.

Walau sudah diberi imbauan bahkan diberi peringatan tertulis, Agus mengaku tetap saja ada yang melanggar. Sebenarnya terkait APK, lanjut Agus merupakan kewenangan partai politik untuk melakukan penertiban secara mandiri. Tapi kenyataannya, imbauan tersebut tidak diindahkan. Bahkan Bawaslu sampai mengajak Satpol PP guna melakukan penertiban. “Besok pagi kami lakukan penertiban di Gondomanan,” katanya.

Salah satu aturan yang juga sering dilanggar caleg maupun parpol adalah kewajiban mengajukan izin pemasangan ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP) Kota Jogja. Walau pemasangan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, namun jika tidak memiliki stiker resmi dari DPMP Kota Jogja tetap akan ditindak.

Sedangkan dalam proses pelaksanaan Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja juga tengah bersiap. Ketua KPU Kota Jogja Hidayat Widodo mengatakan, dalam hal penyimpanan logistik, pihaknya memastikan keamanan dan kondisi kotak suara. Dia juga mengatakan gudang penyimpanan telah dijaga pihak keamanan serta jajaran kepolisian.

“Selain itu kami menjamin kotak suara tidak akan rusak. Karena penyimpannya sudah sesuai dengan standar. Tidak akan rusak karena serangga maupun air hujan,” ujarnya. (cr5/pra/fn)