MAGELANG–Setelah dinilai mangkrak paska diresmikan setahun lalu, ada upaya untuk memfungsikan Terminal Magersari, Magelang Selatan. Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Magelang meminta angkutan umum kota (angkot) tetap masuk ke dalam terminal yang berada di area Sentra Ekonomi Lembah Tidar (SELT) Kelurahan Magersari tersebut.

Caranya, dengan menempatkan petugas Dishub yang dibantu Satpol PP di Pertigaan Jarum Jalan Ikhlas, untuk mengarahkan angkot untuk berbelok ke arah terminal.Tidak ada yang bandel dan ngeyel tetap lurus ke Jalan Ikhlas. Semua mau belok ke arah terminal. “Tetapi kami memang harus dijelaskan terlebih ke kru angkutan,” kata petugas Dishub bernama Rubai, Senin (14/1).

Gobloh, 51 tahun, sopir angkot jalur 6, mengaku tidak punya pilihan terhadap aturan tersebut. Dia dan kawan-kawan mau tidak mau melewati Terminal Magersari yang notabene sepi penumpang. Karena ini aturan, mereka mau tidak mau mengikuti.”Tetapi kami jelas rugi. Karena lebih jauh dan sepi penumpang,” tuturnya.

Kepala Dishub Pemkot Magelang, Suryantoro tidak menampik ada keengganan sopir angkot masuk terminal. Berbagai alasan diungkapkan, salah satunya area terminal sepi dari penumpang. Untuk alasan itu, pihaknya bisa memahami karena memang tidak banyak penumpang. Meskipun sebenarnya di area SELT itu ada pusat keramaian, seperti Pasar Klitikan (barang bekas), Pasar Burung, Pasar Ikan, dan pusat kuliner Lembah Tidar.

Diungkapkan, berbagai upaya dilakukan agar para sopir angkot mau membelokkan arah dari Jalan Ikhlas menuju Terminal Magersari. Salah satunya menugaskan anggota untuk berjaga di jalan masuk menuju terminal. Selama satu minggu ini,ditempatkan anggota untuk jaga di Jalan Ikhlas yang tugasnya membelokkan angkot menuju terminal. Kebijakan ini diberlakukan dari pagi hari sampai sekitar pukul 14.00 WIB. “Setelah itu langsung kami evaluasi,” ungkap Suryantoro.

Soal retribusi, untuk sementara tidak diberlakukan terlebih dahulu. Selain kondisi angkot yang relatif sepi penumpang, juga dikhawatirkan terjadi kecemburuan dengan jalur lain yang belum ditarik retribusi. Rencana akan ditarik retribusi kalau sudah membangun satu lagi terminal tipe C di wilayah utara.

Ketua Forkam (Forum Awak Angkutan Magelang) Darsono mengaku, di antara para sopir angkot terjadi pro dan kontra terkait keharusan masuk Terminal Magersari. Sopir yang pro beralasan mau mengikuti kebijakan yang dibuat Pemkot Magelang. Di pihak kontra, mereka punya alasan tidak lewat terminal karena sepi bahkan tidak ada penumpang.

Mereka juga kerepotan ketika terjadi hari pasaran Paingan di Pasar Burung yang kondisi jalanan padat pedagang burung. “Soal retribusi terminal, kami siap mengikuti aturan soal retribusi asal pemkot juga memikirkan bagaimana caranya penumpang angkot tetap ramai,” tandas Darsono. (dem/din/fn)