JOGJA – Jembatan Gembira Loka sisi selatan yang sudah lama tidak dipakai, pada tahun ini akan diperbaiki. Sehingga dua jembatan yang ada saat ini bisa dipakai semuanya. Nantinya jembatan tersebut juga akan dipakai sebagai penanda batas Kota Jogja dari wilayah timur.

Saat ini, dari Pantauan Radar Jogja, kondisi jembatan tersebut memang sudah memprihatinkan. Banyak aspal yang berlubang sehingga dapat untuk melihat sungai serta agak bergetar jika dihentak cukup keras. Lubang-lubang tersebut ditutup dengan menggunakan kayu, selain itu akses menuju jembatan juga diberi tanda stop dan pembatas jalan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akshanti menjelaskan rencana pembangunan jembatan Gembiraloka sisi selatan ini akan dilakukan pada Maret mendatang. Dan pada bulan Februari annti baru akan dilakukan proses lelang. “Mudah-mudahan akhir Maret bisa dilakukan pembangunan. Semua tergantung proses lelang,” katanya Senin (14/1).

Umi menjelaskan, untuk pembangunan jembatan, pemerintah setidaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp 7 Miliar. Pengajuan dana tersebut, lanjutnya sebenarnya sudah diajukan pada tahun lalu, namun baru pada tahun ini disetujui.

Sedangkan untuk desain jembatan, Umi mengatakan lebar jembatan yang berada di sisi selatan akan disamakan dengan sisi utara. Dan rencananya kedua jembatan tersebut akan disatukan dan dibuat lebih artistik, sebagai penanda batas kota. “Namun hal tersebut tidak dilakukan sekaligus, karena akan menyebabkan kemacetan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Umi juga mengaku jembatan yang berada di sisi timur Kota Jogja itu akan dijadikan sebagai penanda batas kota. Akan didesain secara artistik dengan dilengkapi sclupture. “Akan menjadi penanda yang dari wilayah timur jika sudah masuk Kota,” jelasnya.

Sebagai informasi, jembatan sisi selatan Gembiraloka tersebut sudah ditutup sejak 2015 yang lalu. Alasan ditutupnya jembatan tersebut, menurut Umi karena konstruksi jembatan sudah mengalami kerusakan dan tidak lagi memungkinkan untuk dilalui kendaraan.

Selain jembatan Gembira Loka, pada tahun ini DPUPKP juga melakukan pembangunan jembatan di atas sungai Winongo. Pembangunan tersebut berlokasi di Kecamatan Ngampilan. “Namun untuk yang berada di Ngampilan, hanya jembatan kecil,” ujarnya.

Tiap tahunnya, Dinas PU juga rutin melakukan pengecekan jembatan atau assesment. Itu untuk melihat keamanan kontruksi dan memastikan kelayakan jembatan. Dan untuk tahun ini, Umi memastikan seluruh jembatan di Kota Jogja masih dalam kategori aman.

Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Christiana Agustiana meminta pembangunan infrastruktur, termasuk jembatan di Kota Jogja disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Juga dilakukan skala prioritas. “Jembatan lama Gembira Loka itu jika diaktifkan lagi kan juga bisa mengurangi kemacetan di atas jembatan yang berfungsi sekarang,” ujarnya. (cr5/pra/fn)