GUNUNGKIDUL – Serangan hewan buas di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo mengkhawatirkan. Setidaknya, dalam sepekan terakhir tujuh ekor kambing ditemukan mati mengenaskan. Dengan luka tercabik.

”Yang dimangsa hanya bagian tubuhnya,” jelas Kapolsek Girisubo AKP Mursidiyanto saat dihubungi Senin (14/1).

Dari laporan yang diterima kepolisian, tiga ekor kambing milik warga ditemukan dalam kondisi hidup. Namun, kondisinya penuh dengan luka cabikan.

Menurutnya, tak ada satu pun warga pernah melihat hewan buas jenis apa yang meneror. Namun, warga menduga anjing liar sebagai pelakunya. Dugaan ini cukup beralasan. Sebab, sebagian warga memelihara anjing untuk menjaga ladang dari serangan kera. Hanya, belakangan anjing-anjing itu tidak dirawat, sehingga menjadi liar.

Sebagai antisipasi, lanjut Mursidiyanto, bhabinkamtibmas bersama warga belakangan melakukan ronda malam.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Suseno Budi Sulistyanto belum mendengar informasi serangan hewan buas di Desa Jepitu. Dia berjanji bakal berkoordinasi dengan UPK puskeswan.

Sebagai langkah antisipasi serangan hewan liar, pihaknya mengeluarkan surat edaran kepada pemilik ternak untuk mengamankan peliharaannya masing-masing. Caranya dengan memasukkan hewan ternak ke dalam kandang sekitar rumah.

”Tidak ditinggal di ladang,” sarannya.

Sebab, kata Suseno, meninggalkan hewan ternak di ladang berisiko. Meski, kandang telah ditinggikan atau diperkuat. Merujuk pengalaman tahun-tahun sebelumnya, hewan buas tetap bisa masuk ke dalam kandang. (gun/zam/fn)