Selain bencana akibat erupsi gunung Merapi, nyatanya Sleman juga menyimpan bencana hidrometeorologi. Banjir dan longsor misalnya. BPBD Sleman pun telah memetakan lokasi mana saja yang rawan bencana hidrometeorologi. Sebut saja Kecamatan Gamping, Seyegan, Godean, Cangkringan, dan Prambanan, memiliki potensi longsor paling besar.

Sementara untuk potensi banjir, BPBD Sleman lebih memfokuskan pada aliran sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar dingin. Setidaknya daerah yang dilalui sungai yang berhulu di lereng Merapi seperti Kali Gendol, Opak, Kuning, Boyong dan Kali Krapyak memiliki potensi diterjang lahar hujan itu.

Selain itu, potensi banjir juga terjadi akibat drainase yang kurang baik. Hal itu akibat dari perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Akibatnya drainase mampet. Biasanya lokasinya di daerah perkotaan seperti di wilayah Kecamatan Mlati, Depok, dan Ngaglik.

Kasie Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan, wilayah dengan topografi perbukitan memiliki potensi longsor yang besar. Oleh karena itu pihaknya mengupayakan langkah pencegahan. Salah satunya dengan memasang alat early warning system (EWS) di lokasi yang rawan longsor.

“EWS yang kami tempatkan di Prambanan sebanyak 11 unit sederhana, bantuan dari BPBD DIJ dan tiga dari BPBD Sleman lewat pengadaan tahun 2015,” ujar Joko.

Lebih lanjut dijelaskan, EWS itu dilengkapi sensor yang dapat menangkap curah hujan. Selain itu ada extensometer dan tiltmeter. Kondisinya, mayoritas masih tergolong baik dan berfungsi normal. Namun ada satu EWS dari pengadaan BPBD Sleman yang hilang karena dicuri. “Akhirnya kami ganti dengan EWS sederhana,” sesalnya.

Wilayah Prambanan yang rawan longsor terdapat di empat desa, yakni Desa Sambirejo, Gayamharjo, Wukirharjo, dan Sumberharjo. Semuanya merupakan desa di daerah perbukitan.

“Januari sudah masuk penghujan. Di Gunungkidul sisi utara, sebagian Sleman, Kulonprogo sisi utara, masih memiliki potensi cuaca yang cukup ekstrem,” ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Agus Sudaryanto. (har/laz/fn)