JOGJA – Keraton Jogjakarta punya gawe. Merestorasi lukisan kuno. Salah satunya karya Raden Saleh. Total tak kurang 400 lukisan akan direstorasi. Ini sebagai salah satu langkah keraton dalam upaya konservasi warisan sejarah. Proyek yang ditargetkan selesai 19 Februari mendatang melibatkan kalangan professional. Tak tanggung-tanggung, Keraton Jogja melibatkan seorang ahli restorasi karya seni asal Italia. Dia dalah Michaela Anselmini. Ada dua lukisan Raden Saleh yang sedang dikerjakan Michaela. Potret Sri Sultan Hemengku Buwono VI dan Gusti Kanjeng Ratu Hageng. Keduanya adalah pelaku sejarah Keraton Jogjakarta pada paro kedua abad XIX. Kedua lukisan tersebut tersimpan rapi dalam etalase kaca.

Menurut Michaela, sejauh ini Keraton Jogjakarta telah berupaya mempreservasi lukisan kuno secara tradisional. Sejak model konservasi lukisan profesional belum terakses di Indonesia. “Dua lukisan itu telah dirawat baik, namun secara non profesional. Sebatas upaya mempertahankan kondisinya agar tetap baik,” ungkapnya Minggu (15/1). Michaela melihat ada kesalahan material dan metode konservasi lukisan di masa lampau. Karena itu kedua lukisan tersebut harus direstorasi total.

DIBUAT 1868: Michaela Anselmini menjelaskan sisi lain lukisan potret Sri Sultan Hamengku Buwono VI dan potret Gusti Kanjeng Ratu Hageng karya Raden Saleh di Bale Raos, kompleks Keraton Jogjakarta Senin (14/1). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

Selain metode perawatannya, kondisi lukisan kuno terpengaruh faktor iklim. Yang menyebabkan kerusakan besar sebuah karya seni adalah proses penuaan. Atau kecelakaan. Bisa juga karena kurangnya perawatan profesional. Atau akibat perubahan suhu ruangan secara drastis dalam waktu singkat. Kendati demikian, karya seni yang telah beradaptasi dengan lingkungan tertentu, maka kualitasnya tak akan berkurang.

Adapun pekerjaan konservasi lukisan kuno diawali dengan pendokumentasian foto secara profesional dan pemeriksaan kondisi cahaya ultraviolet.

Penghageng Kawedanan Hageng Nitya Budaya Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendoro mengatakan, revitalisasi museum keratin akan dilakukan secara keseluruhan. Supaya lebih kekinian. “Ini penting. Karena ini merupakan bagian sejarah di keratin. Dari sejarah orang Jawa,” ucapnya.

Diakui, upaya konservasi karya seni milik Keraton Jogjakarta sejauh ini belum optimal. Ini disebabkan keterbatasan tenaga konservator dan pendidikan konservasi di Indonesia.

(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

Nah, dalam rangka pelestarian warisan budaya tersebut keratin memulainya dengan mengonservasi koleksi lukisan kuno.

Para abdi dalem keratin nantinya juga akan dilatih dasar-dasar teknik perawatan lukisan. Sebagaimana yang diajarkan Michaela. Supaya seluruh lukisan yang telah direstorasi tetap terjaga kualitasnya. Sehingga bisa dinikmati oleh generasi penerus. Dengan warna original. Dan tidak ada yang bolong karena dimakan rayap. “Kalau sudah dibersihkan nanti akan kelihatan lukisan aslinya,” tutur Bendoro.

Sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat, lokasi restorasi lukisan koleksi Keraton Jogjakarta dibuka untuk umum. Dengan begitu masyarakat bisa melihat sekaligus mempelajari teknik merawat benda warisan budaya secara professional.
(cr8/yog/fn)