JOGJA – Mengejar jumlah luasan ruang terbuka hijau (RTH), Pemkot Jogja kembali menganggarkan pembelian lahan. Pada tahun ini disiapkan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar untuk pembelian dua lahan di dua kelurahan.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dsipetarung) Kota Jogja Hari Setya Wacana mengatakan dua lahan yang akan dibeli melalui anggaran APBD murni 2019 itu ada di Giwangan dan Gedongkiwo. Di Giwangan Umbulharjo untuk membeli lahan seluas 400 meter seharga Rp 1,2 miliar. Dan di wilayah Gedongkiwo Mantrijeron seluas 200 meter seharga Rp 651 juta.

“Fokus kami untuk penyediaan ruang terbuka hijau public (RTHP), jadi memang tidak banyak,” katanya Senin (14/1).

Hari menambahkan harga yang ditawarkan Pemkot Jogja memang tidak bisa asal. Tapi sudah melalui tim aprisal yang menentukan. Untuk itu Dispetarung terus melakukan komunikasi dengan pemilik lahan supaya mau menjual lahannya ke Pemkot Jogja. “Semoga tidak mengalami kegagalan,” jelasnya.

Harapannya itu sesuai dengan pengalaman tahun lalu. Saat itu dari anggaran yang disiapkan Rp 103 miliar untuk membeli 26 bidang tanah, tiga diantaranya gagal direalisasikan. Penyebabnya pemilik pada saat-saat akhir menolak menjualnya.

Menurut dia untuk pengadaan RTHP tidak bisa ditentukan sepihak. Tapi melalui usulan dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) setempat. Melalui musywarah rencana pembangunan kemudian diusulkan ke Pemkot Jogja. “Ketika ada proposal dari wilayah baru kami tindaklanjuti. Tanpa itu (proposal) kami tidak bisa gerak,” jelasnya.

Data terakhir luas RTH di Kota Jogja hanya 6,09 kilometer persegi atau 18,76 persen dari total luas wilayah Kota Jogja yang mencapai 32,5 kilometer persegi. Itu pun terdiri dari RTH public 5,83 persen dan RTH privat 12,93 persen. (cr5/pra/fn)