SLEMAN – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Jogjakarta mendatangi Mapolda DIJ, Selasa (15/1). Kedatangan mereka untuk melaporkan pemilik akun media sosial Facebook atas nama Yanto Sumantri. Hal itu setelah unggahan terlapor dalam grup Facebook tersebut dinilai merendahkan profesi wartawan.

Ketua Tim Advokasi dari Forum Wartawan Jogjakarta Kusno Setyo Utomo mengatakan, unggahan awal akun Yanto Sumantri menurutnya dapat memberi ruang adanya ujaran kebencian yang merugikan profesi wartawan.

”Kami laporkan pemilik akun Facebook atas nama Yanto Sumantri atas postingan status yang disertai capture berita MNC TV Inews Jogjakarta pada 11 Januari 2019 lalu. Postingan tersebut menyerang, melecehkan, dan mencederai profesi jurnalis,” katanya saat ditemui wartawan di Mapolda DIJ.

Menurut Senior Manager Radar Jogja tersebut, kasus berawal dari adanya postingan yang dilakukan Yanto Sumantri di grup Info Cegatan Jogja (ICJ). Yakni terkait capture tayangan berita MNC TV mengenai aksi damai tangkal hoaks dan pemilu damai yang tayang di program daerah. Oleh Yanto, potongan berita tersebut dianggap sebagai hoaks. Karena dinilai tidak memberitakan aksi berantas klithih seperti yang dilakukan komunitas ICJ di waktu dan tempat yang sama. Yanto diketahui sebagai pendiri akun ICJ.

Alhasil, postingan status Yanto menyulut komentar dari member ICJ hingga tercatat lebih dari 3.500 akun memberikan komentarnya. Namun belakangan, postingan tersebut sudah hilang di kolom akun milik Yanto Sumantri. Kusno menilai, dalam kasus tersebut ada dugaan tindakan penyebaran ujaran kebencian dan dianggap telah melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

”Juga Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang  Penyiaran, serta Undang-Undang Nomor 40 tentang Pers. Kasus ini sudah bukan menyangkut lembaga semata, tapi sudah menyangkut marwah profesi wartawan karena kasus ini bisa saja dialami semua wartawan. Apalagi tindakan bully terhadap profesi kami makin keras,” jelasnya. (riz/ila)