PURWOREJO – Potensi jumlah pemilih bias dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) sangat dimungkinkan. KPU diminta melakukan langkah dini agar nantinya tidak mengganggu tahapan pemungutan dan penghitungan suara.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq terkait akan dilakukan update DPTb oleh KPU dan jajarannya. Pihaknya telah turun ke lapangan dan dari hasil pemetaan setidaknya ada sekitar 2.000 pemilih yang masih bias.

“Kami sudah lakukan pemetaan dengan mendatangi pesantren, potensinya ada 2.000 pemilih. Ini kalau tidak diantisipasi bisa berdampak serius, khususnya dalam penyediaan logistik,” kata Nur Kholiq Selasa (15/1).

Menurutnya, dalam semangat menjaga hak pilih pihaknya sudah menginstruksikan jajaran Panwascam dan pengawas desa/kelurahan. Mereka diminta mulai melakukan pemetaan potensi DPTb. Pondok-pondok pesantren menjadi sasaran untuk pemetaan potensi.

Jumlah pesantren di Kabupaten Purworejo sangat banyak. Untuk Kecamatan Loano potensi DPTb-nya mencapai 800 pemilih dari satu pesantren, Kecamatan Gebang (450 pemilih), Banyuurip (200 pemilih), Ngombol (250 pemilih), dan Purworejo (500 pemilih).

“Padahal ini belum termasuk pesantren yang santrinya cukup besar seperti An Nawawi,” jelas Nur Kholiq. Diungkapkan, pemilih DPTb merupakan pemilih setempat, namun karena alasan tertentu akan menggunakan hak pilihnya di sekitar tempat domisili atau tempat kerja. Mereka harus mengurus form A5 pindah memilih.

Terkait hal itu, pihaknya telah mengirimkan rekomendasi ke KPU. Dalam rekomendasi tersebut Bawaslu minta KPU segera melakukan pendataan ke kantong-kantong DPTb dan memastikan teknis pemungutan suara bagi mereka yang bukan penduduk setempat. (udi/laz/fn)