Prestasinya yang direngkuh SMPN 1 Magelang menarik perhatian banyak pihak. Salah satunya dari mahasiswa asal Iloilo Science and Technology University (ISATU) Filipina. Mereka ingin praktik mengajar selama tiga pekan di sekolah tersebut.

FRIETQI SURYAWAN, Magelang

Kepala SMP 1 Magelang, Nurwiyono SPd MPd mengaku bangga kedatangan tamu mahasiswa dari luar negeri yang akan praktik mengajar ini. Pihaknya pun siap memberikan pendampingan selama mereka menjalankan program dengan sebaik-baiknya.

Dia akan mempersiapkan guru pamong untuk pelajaran IPA dan Bahasa Inggris. Ini kesempatan emas untuk lebih mengenalkan sekolah baik dari sejarah maupun metode pengajarannya.”Kami harap ada pengalaman lebih bagi anak-anak saat mendapat pengajaran dari mereka,” katanya, Rabu (16/1).

Dua mahasiswa ISATU yang akan praktik adalah Danica F Naorbe dari jurusan Bahasa Inggris dan Voline Cevas Echaveria (jurusan biologi). Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Universitas Tidar (Untidar) Magelang dan ISATU dalam program Sea Teacher dan Sea Tvet yang dicanangkan Southeast Asian Ministers of Education Organization (Seamo) atau Organisasi Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara.

Dijelaskan Dekan FKIP Untidar, Prof Dr Sukarno MSi, Sea Teacher merupakan program praktik mengajar internasional di tingkat menengah pertama (SMP) dan menengah atas (SMA). Sementara Sea Tvet merupakan praktik magang internasional yang kali ini di bidang perhotelan dan pariwisata.

Danica dan Voline ini mengikuti program Sea Teacher sampai 9 Februari mendatang di SMP 1 Magelang. Nanti ada dua mahasiswa lagi yang akan turun di tingkat SMA. “Untuk program Sea Tvet, ada dua mahasiswa yang terjun di Borobudur,” jelasnya.

Menurut Sukarno, dalam program ini tidak semata pihaknya menerima mahasiswa dari Filipina. Tetapi, Untidar juga mengirimkan mahasiswanya ke Philipina dan Thailand. Tujuannya agar para mahasiswa ini mendapat bekal untuk memiliki pengalaman dan kompetensi mengajar.“Kegiatan utama mereka adalah praktik mengajar mulai dari perencanaan, praktik, evaluasi, hingga laporan. Mereka juga bisa belajar metode pembelajaran yang kami terapkan di tanah air,” ungkapnya.

Mantan ketua Dewan Pendidikan Kota Magelang itu menyebutkan, mengingat program ini hasil kerja sama antarnegara. Maka pihaknya meminta sekolah untuk bersungguh-sungguh dan memberi kesempatan praktik kepada kedua mahasiswa ini.“Saya harap ada hubungan dan komunikasi yang baik. Begitu pun mahasiswa kita di Philipina juga sama mendapat kesempatan yang baik. Ini pengalaman penting untuk mereka, sehingga bermanfaat untuk karirnya ke depan,” pintanya.

Danica F Naorbe mengungkapkan kebahagiaannya bisa belajar praktik mengajar di luar negaranya. Ia pun akan mengeluarkan segala kemampuannya saat praktik nanti. Termasuk belajar tentang pendidikan di Magelang. “Mohon kerja sama dan bimbingannya dari sekolah ini,” harapnya. (dim/fn)