SLEMAN – Rencana uji coba penutupan jalur cepat Perempatan Kentungan masing ngambang. Satker P2JN DIJ menargetkan penggarapan awal underpass berlangsung hari ini (18/1). Namun ada beberapa penunjang yang belum siap 100 persen.

Awalnya, rencana pembangunan Rabu (16/1). Baru beberapa detik dibuka, ambles. Jalur lambat alternatif perlintasan pun kembali ditutup. Radar Jogja mendapati beberapa titik ada retakan dan celah masuknya air.

“Semangat kami, tetap dilaksanakan besok untuk penutupan jalur cepat dan pengerjaan underpass. Tapi evaluatif, jika ada kejadian tak terduga. Itulah mengapa sebagian kami bongkar dan perkuat lagi,” jelas PPK Jembatan Kretek II dan Underpass Kentungan cs, Sidik Hidayat (17/1).

Rencana awal pengerjaan underpass dimulai Senin (14/1). Sayangnya rencana tersebut batal terealisasi karena permasalahan teknis. Meski mundur, Sidik membantah proyek jalan nasional tersebut akan tertinggal.

Jeda waktu mundur dua hari dimanfaatkan sebagai perbaikan galian pipa. Bahkan pengerjaan pengerasan jalan masih berlangsung hingga malam hari. Seluruh beton galian pipa terlebih dahulu dibongkar. Selanjutnya dimasukan tanah dan kerikil penguat pondasi jalan.

“Kami harus pastikan jalan kuat dilalui kendaraan. Meski hanya kendaraan pribadi, harus diperhitungkan. Kami bongkar beton galian pipa dan kami padatkan lagi struktur tanahnya,” ujarnya.

Beberapa alat berat sudah terlihat di zona pembangunan. Namun belum terlihat aktivitas berarti pada zona inti pembangunan underpass.
Sidik terus berkoordinasi antarinstansi. Karena ada beberapa utilitas fasilitas publik di zona pembangunan. Salah satunya kabel-kabel milik PLN, Telkom dan perusahaan swasta lain.

“Kaitannya ketinggian alat berat milik kami yang mencapai 15 meter. Kabel yang melintang ketinggiannya kisaran 7 sampai 8 meter. Kemungkinan bisa nyangkut,” katanya.

Selain Satker P2JN terlihat pula staf PDAM Kota Jogja. Kedatangannya bukan untuk mengawasi pengerjaan underpass namun perbaikan fasilitas miliknya.

“Kami mengecek fungsi agar pelayanan tetap berjalan optimal. Pipanya memutar ke arah barat lalu belok utara arah ruko Inul Vizta. Lalu belok ke timur dan arah jalan Kaliurang,” jelas petugas lapangan PDAM Kota Jogja yang bertugas, Sony. (dwi/iwa/fn)