BANTUL – Jumlah bidang tanah di Desa Srimulyo yang bersertifikat bertambah. Menyusul penyerahan 350 sertifikat tanah Senin (21/1).

Lurah Desa Srimulyo Wajiran menyebut 350 sertifikat itu merupakan sebagian dokumen kepemilikan tanah yang mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Sebab, Desa Srimulyo mendapatkan kuota 10 ribu bidang dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada 2018. Sebanyak 8.300 bidang di antaranya telah selesai. Alias bersertifikat.

”Sisanya masih dalam proses. Insyaallah Maret selesai,” jelas Wajiran di sela penyerahan sertifikat di Balai Desa Srimulyo kemarin.

Kuota 2018, Wajiran mengungkapkan, sepuluh kali lipat lebih banyak dibanding pada 2017. Dengan begitu, jumlah bidang tanah yang belum bersertifikat di Desa Srimulyo tinggal sedikit. Sekitar 2.000 bidang tanah atau 25 hektare.
”Akan kami ajukan pada 2019,” ujarnya.

Kepala BPN Bantul Yohanes Supama mengatakan, total bidang tanah di Kabupaten Bantul sekitar 660 ribu. Atau sekitar 50 ribu hektare. Dari jumlah itu, yang belum bersertifikat 42 ribu bidang.

”Kami targetkan selesai pada 2020,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Bantul Suharsono mengatakan, PTSL merupakan program pemerintah pusat. Itu untuk memfasilitasi dokumen kepemilikan tanah yang masih berupa letter c. Sebab, fungsi letter c hanya sebatas sebagai akta tanah.

”Jadi harus disertifikatkan,” ingatnya.

Tak lupa, Suharsono berpesan agar warga memfotokopi dan menyimpan sertifikat asli. Itu untuk mengantisipasi jika sertifikat hilang.

”Untuk warga yang belum mengikuti PTSL, mangga segera mendaftarkan. Agar aset data tanah tercatat. Jadi nggenah tanahe,” ungkap Politisi Gerindra tersebut. (cr6/zam/fn)