Kesamaan Indonesia dan Turki, Mayoritas Penduduknya Islam
Pertukaran pelajar antar negara, bisa mempererat hubungan persaudaraan dan kerjasama diantara dua Bangsa. Selain itu, kemajuan pembangunan, pendidikan, kesejahteraan serta belajar budaya masing-masing negara. Itulah yang dilakukan siswa dari Turki dan Madrasah Mu’allimin Jogja.

Sevtia Eka Novarita, Jogja

Tidak biasanya halaman Balai Kota Jogja didatangi bule dari Turki Kamis (24/1). Tapi bukan wisatawan biasa. Mereka adalah para siswa International Fatih Sultan Mehmet School Turki. Delapan siswa beseta seorang gurunya adalah peserta pertukaran pelajar dengan siswa dari Madrasah Mu’alimin.
Kedatangannya ke Balai Kota Jogja, untuk belajar tentang budaya Jawa.

Khususnya budaya Jogja. Kenapa ke Indonesia, khususnya Jogja?
Pendamping International Fatih Sultan Mahmet School Turki Seref Cavdar mengaku salah satunya karena faktor budayanya. Budaya yang sangat beragam dapat ditemukan Indonesia. “Yang hampir menyamakan Turki dengan Indonesia adalah mayoritas penduduk Islamnya,” kata Seref Cavdar saat kunjungan di Balai Kota Jogja.

Melalui kebudayaan yang beragam, lanjut dia, siswa mulai beradaptasi untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang baru. Selama dua minggu, para pelajar Turki akan melakukan kunjungan ke beberapa instansi dan Perguruan Tinggi yang ada di Jogjakarta. “Banyak pengalaman baru yang didapatkan selama berkunjung di Jogja,” ujarnya.

Sedang Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Jogjakarta Aly Aulia mengaku selama mengikuti pertukaran pelajar, mengajak para siswa dari Turki mengenal budaya di Jogja. Diantaranya dengan melakukan kunjungan pariwisata diberbagai tempat. “Salah satunya ke Balai Kota ini sebagai kantor pemerintahan,” tuturnya.

Menurut dia kerjasama Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah dengan International Fatih Sultan Mehmet Schook Turki sudah masuk tahun ke tiga ini. Para pelajar dari Turki dikenalkan dengan ragam pengetahuan tentang Islam di Indonesia, Muhammadiyah, budaya di Jogjakarta, pariwisata serta pendidikan yang ada di Indonesia.

Aly menjelaskan, student exchange oleh Mu’allimin sudah dilakukan dengan sembilan negara. Salah satunya adalah Turki. Tujuan dari program ini adalah untuk membuka wawasan siswa terhadap budaya global. “Serta memperkuat identitas karakter yang dimiliki siswa,” tuturnya.

Selain itu, kerjasama ini akan terus berlanjut dengan program pengenalan budaya antar bangsa. Internasionalisasi Madrasah Mu’allimin untuk mengenalkan Islam dalam paham Muhammadiyah ke dunia global akan terus dikembangkan. “Pertukaran pelajar ini adalah kunjungan balasan dengan membawa delapan siswa Turki didampingi seorang guru selama dua pekan,” jelas Aly.

Aly menambahkan, selama pertukaran pelajar, Siswa Turki mengikuti kegiatan yang sama dengan Siswa lainnya di Mu’allimin.

Sementara itu Staf Ahli Wali Kota Jogja Bidang Umum Tri Wijayanto yang mewakili Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti dalam sambutannya, menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif kedua institusi pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pertukaran pelajar.

Dengan adanya program tersebut, diharapkan saling berbagi pengalaman terkait pelaksanaan kurikulu, sistem pembelajaran, program penunjang akademik dan dapat memberikan hasil yang positif. “Yang nantinya bisa dijadikan benchmark, dan dapat dikaji untuk lebih lanjut dikembangkan di Indonesia,” jelasnya. (pra/fn)