Jembatan lama yang menjadi pembatas Desa/Kecamatan Bagelen dengan Desa Jenar Wetan Kecamatan Purwodadi, Purworejo, beberapa waktu ini mejadi destinasi wisata baru. Disebut dengan Pasar Cakruk, masyarakat memanfaatkan kawasan itu menjadi sentra penjualan aneka makanan.

BUDI AGUNG, Purworejo

Uniknya, penjual dibuat seragam memanfaatkan dipan atau amben bambu layaknya pedagang tradisional tempo doeloe. Masyarakat bebas menentukan pilihan dari beragam varian jenis makanan yang disediakan penjual.

Setidaknya ada 20 cakruk yang ditempatkan berjajar dengan menu yang menggoda seperti soto bathok, sego penek, dawet ireng, gebleg jenar, maupun pecel serta lainnya. Pengunjung juga bisa memanfaatkan beragam kegiatan pendukung seperti senam pagi, permainan tradisional seperti tali karet maupun egrang.

Anggota Laskar Bagelen yang menjadi salah satu penggerak Pasar Cakruk Anas Ridho mengungkapkan, keberadaan cakruk ini diilhami keberadaan cakruk-cakruk di sepanjang jalan masuk ke Pesarean Nyai Bagelen untuk berdagang. Dagangannya cukup beragam, dari makanan hingga bunga untuk berziarah.

“Bentuknya ya seperti ini, hanya memanfaatkan blarak (daun kelapa kering, Red). Ini coba kami hidupkan lagi sebagai kearifan lokal,” kata Anas.

Pasar Cakruk itu sendiri bermula dari penyelenggaraan Festival Bogowonto pada  Desember lalu yang kemudian diteruskan setiap hari Minggu. Konsep pasar ini juga disesuaikan dengan tema festival yakni konservasi, edukasi, dan rekreasi.

“Kami melihat ini menjadi sebuah potensi yang sayang jika ditinggalkan. Ke depan kami harapkan bisa semakin berkembang dan menjadi sebuah tempat kunjungan wisata,” tambah Anas.

Selain menjadi jujugan kuliner, nantinya juga akan dikembangkan menjadi sebuah wisata edukasi untuk mengenalkan beragam permainan tadisional maupun makanan kuliner khas sekitar yang pernah ada.

Ketua Laskar Korwil Bagelen Dwi Santoso menambahkan, pengembangannya juga akan digelar aneka kegiatan seperti baca puisi, workshop melukis, teater drama, dan lainnya. Menurut Dwi, dibentuknya Pasar Cakruk ini tujuan utamanya untuk mengangkat ekonomi warga, terutama dari lima desa sekitar jembatan, yakni Desa Bagelen, Kalirejo, dan Krendetan di Kecamatan Bagelen, serta Desa Jenar Wetan dan Ketangi di Kecamatan Purwodadi.

“Di sini juga ada even bulanan yang digelar secara khusus. Seperti pertunjukan kuda kepang dan lainnya,” kata Dwi. Dia yakin, Pasar Cakruk akan berkembang mengingat posisinya yang cukup strategis dan mudah dijangkau. Pengguna jalan Jogjakarta-Purworejo atau sebaliknya bisa dengan mudah datang karena tepat di sisi jalan utama. (laz/tif)