SLEMAN – Masalah parkir bukan hanya terkait retribusi. Juga termasuk dengan lokasi parkir. Rambu larangan parkir seakan hanya menjadi penghias. Tidak dipatuhi oleh sebagian masyarakat.
Akibatnya, banyak kendaraan diparkir sembarangan oleh pemiliknya. Bahkan ada juga yang parkir di trotoar. Hal itu, salah satunya, disebabkan efek meningkatnya jumlah pemilik kendaraan. Tidak dibarengi pertumbuhan lahan parkir.

Banyak pemilik kendaraan sengaja parkir di trotoar. Padahal Perda 6/2015 tentang Perpakiran pada Pasal 26 menjelaskan, jalur khusus pejalan kaki tidak boleh dijadikan tempat parkir. Dalam Perda itu, para pelanggar akan dijatuhi pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta.
Anggota Forum Pengamat Independen (Forpi) Sleman, Hempri Suyatna mengatakan, parkir di trotoar merampas hak pejalan kaki. ‘’Hak para difabel juga dirampas,” ujar Hempri (27/1).

Dia menilai, tidak setiap ruas jalan bisa dijadikan tempat parkir. Pemerintah bisa saja membuat kantong parkir baru. Agar tata kota teratur. “Sebab, parkir yang semrawut membuat kurang nyaman,” kata Hempri.
Secara aturan, memang di Sleman beberapa ruas jalan bisa digunakan sebagai tempat parkir. Hanya saja, terkadang lokasi parkir di pinggir jalan mengakibatkan kemacetan.

“Kondisi sekarang, banyak kemacetan akibat ruas jalan digunakan untuk parkir,” kata Hempri.

Dia meminta pemerintah tegas menindak pelaku parkir yang melanggar aturan. Selama ini, mobil yang parkir di trotoar jarang ditindak.
“Pemerintah harus tegas memberikan sanksi. Dan kalau bias, menyediakan lahan khusus untuk parkir,” kata Hempri.

Salah seorang warga Sleman, Ali Hasan, 26, mengeluhkan parkir kendaraan sembarangan. Di Jalan Kolombo, banyak mobil parkir di bahu jalan. “Kasihan kalau mereka yang difabel melintas di sini. Jalan Kolombo sangat padat, dan pinggir jalan penuh kendaraan parkir,” kata Ali.

Dia berharap pemerintah tegas menertibkan pelanggar parkir. Bukan hanya di Depok, namun di daerah lain.

“Berbagilah, pejalan dikasih haknya juga. Kalau masih ada yang melanggar, saya harap dicabut pentil bannya. Atau langsung ditilang,” kata Ali. (har/iwa/zl/tif)