PURWOREJO – Pilkades serentak di 343 dari 496 desa yang ada di Purworejo tidak menjadikan Pemkab Purworejo memberlakukan libur bersama bagi karyawan pemerintah maupun swasta dan sekolah di Purworejo. Hanya saja, pemkab telah memberikan surat imbauan kepada pihak-pihak terkait untuk memberikan kesempatan karyawannya menyalurkan hak pilihnya.

“Kami tidak menetapkan sebagai hari libur dalam pilkades karena tidak menyeluruh,” kata Sekda Purworejo Said Romadhon usai upacara pergeseran pasukan di depan Kantor Bupati, Selasa (29/1).

Dikatakan Said, menyalurkan suara bagi warga yang desanya melaksanakan pilkades dinilainya tidak akan menggantu aktivitas warga masyarakat. Dia melihat penyaluran suara itu tidak akan memakan waktu banyak. “Waktunya mangga disesuaikan sendiri. Bisa di awal atau di akhir waktu pencoblosan,”  tambah Said.

Anak-anak sekolah yang telah memiliki hak suara pun juga difasilitasi, di mana sekolah telah diberikan tembusan jika anak tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara maksimal. Dia melihat jika ada para pemilih pemula yang akan turut berpartisipasi dalam pilkades. “Sekolah sudah kami tembusi. Kan yang banyak di SMK atau SMA, jadi sebenarnya tidak terlalu banyak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Purworejo Agus Ari Setiyadi menyampaikan, surat dispensasi atau surat izin untuk mengikuti pencoblosan dalam pilkades telah disiapkan panitia pilkades di setiap desa yang menyelenggarakan. Warga yang membutuhkan tinggal menghubungi pihak panitia untuk mendapatkannya.

“Semua sudah disiapkan, tinggal meminta saja dan diberikan ke instansi atau sekolah. Saya melihat semua sudah berjalan,” kata Agus.

Disinggung kesiapan desa penyelenggara pilkades, Agus mengaku semuanya sudah disiapkan dengan baik. Panitia pilkades telah melakukan semua tahapan yang ada, di mana kemarin (29/1) mereka melakukan pemutakhiran data pemilih.

“Semua sudah siap hingga hari H. Persiapan surat suara juga difinalkan di hari ini, di mana jumlah surat suaranya akan ditambah hingga 2,5 persen dari total pemilih,” kata Agus. (udi/laz)